BANDUNGSATU.COM – Pernyataan Bupati Bandung Barat Jeje yang menyebut “Jika tak puas, silakan mundur” dalam polemik rotasi-mutasi pejabat justru memunculkan pertanyaan besar dan kecurigaan publik. Narasi ini terkesan membalikkan fakta sekaligus menutupi persoalan serius dalam proses rotasi-mutasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua LSM GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Amanat Rakyat), Robi Gunawan pada Jumat (17/10).
“Data lapangan menunjukkan bahwa rotasi tersebut tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme dan aturan merit system. Bahkan, terdapat beberapa Kepala OPD yang tidak pernah diasesmen sebelumnya di Polda namun justru ikut dirotasi. Fakta ini membantah keterangan dari Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Rega Wiguna yang Kami dapatkan sekaligus membantah klaim bahwa semua proses telah sesuai prosedur,” kata Robi.
Menurut Robi, Bupati terkesan mengambil keputusan berdasarkan pendekatan “asal bapak senang,” tanpa konfirmasi mendalam terhadap akar masalah kinerja organisasi, dinamika internal, maupun rekam jejak pejabat. Rotasi-mutasi seharusnya bertujuan memperkuat birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik, bukan sekadar memuaskan kelompok tertentu.
“Masyarakat Bandung Barat tidak bisa lagi dibodohi dengan lips service dan pernyataan emosional. Publik kini sudah cerdas, sudah melihat puzzle kasus ini secara utuh, dan tahu bahwa ada permainan di balik layar yang selama ini hanya menjadi “rahasia umum,” tukasnya.
“Jika Bupati mengatakan prosesnya bersih, mengapa ada pejabat yang tak ikut asesmen tetapi tetap dilantik? Jika merit system ditegakkan, mengapa hasil Pansel dan rekomendasi KASN tidak dijalankan sepenuhnya?” imbuh Robi.
Menurut Robi ini bukan soal suka atau tidak suka, melainkan soal integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Masyarakat berhak mendapatkan pemerintahan yang jujur, bukan dibungkam dengan kalimat “kalau tidak puas, mundur saja.”
“Bandung Barat butuh pemimpin yang menyelesaikan masalah, bukan menghindari kritik,” pungkasnya. (*)






