PJ Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Meninjau Banjir di Cikalongwetan Menyebabkan 22 Rumah Terendam

Pj Bupati KBB, Ade Zakir meninjau banjir di KM 104 Tol Cipularang Kecamatan Cikalongwetan, Jumat (08/11). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Menyusul terjadinya banjir di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, atau tepatnya di (KM 104 Tol Cipularang), pada selasa (05/11), Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat tersebut.

Ade didampingi para pejabat terkait, melakukan asesmen atas bencana banjir yang menerjang Kampung Gudang RT 01/04 Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, KBB, tersebut.

Imbas terjadinya bencana itu, sebanyak 22 rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 20-60 centimeter dengan durasi genangan hampir tiga jam.

“Banjirnya memang sudah surut. Tadi saya sudah meninjau warga sudah bersih-bersih. Tapi yang kita pikirkan jangan sampai terulang kembali,” kata Ade Zakir.

Atas terjadinya musibah tersebut, Ade menyimpulkan, selain faktor hujan deras yang mengakibatkan air sungai meluap masuk ke pemukiman warga dan merendam perabot rumah serta memutus akses jalan, banjir di Kampung Gudang dipicu tak berfungsinya saluran air.

Ia mengatakan, di kawasan pemukiman warga, badan sungai dari hulu masuk ke gorong-gorong berdiameter kecil yang dibuat proyek Jalan Tol Padaleunyi. Kondisi itu mengakibatkan air tak tertampung masuk ke saluran dan meluap ke pemukiman.

“Jadi tadi saya menelusuri sungai dimana letak sumbatannya dan tadi saya didampingi PU, BPBD, Camat dengan Jasa marga. Jadi kita menelusuri sungai memang ada yang harus di normalisasi yang memang aliran sungai itu berada di tanah Jasa Marga,” ujar Ade Zakir.

“Tadi kami lihat ada beberapa yang memang saluran sungainya jadi mengecil. Nah itu jangka panjangnya karena itu masih ada di tanah Jasa Marga itu diupayakan mungkin karena tertutup itu akan dibuka,” imbuh Ade.

Atas temuannya, Ade mengatakan, Pemkab Bandung Barat sudah meminta PT Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Padaleunyi untuk melakukan normalisasi sungai disekitar ruas jalan tersebut. Pihaknya juga akan segera bersurat kepada perusahaan plat merah tersebut, agar normalisasi sungai bisa segera direalisasikan.

“Untuk normalisasi tadi kami sudah minta ke Jasa Marga secara lisan nanti juga akan disusun secara tertulis jadi beberapa yang jangka pendek kami minta sedimentasi itu diangkat. Sedimentasi kita angkat juga beberapa gundukan itu kami akan turunkan alat berat dari Jasa Marga sampai ke arah hilir,” jelas Ade Zakir.

Ia memastikan anggaran yang digunakan normalisasi sungai untuk jangka pendek akan ditanggung sepenuhnya oleh PT Jasa Marga.

“Kami usahakan dari Jasa Marga tadi secara lisan mereka sudah siap dalam jangka pendek dengan menurunkan alat berat menormalisasi sungai. Jadi sudah siap, sudah bagus alhamdulilah, tinggal kami bersurat,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan bencana banjir berdampak pada kerugian material saja dengan taksiran mencapai Rp15 juta. Masyarakat tak sampai mengungsi karena rumah masih bisa ditempati setelah dilakukan pembersihan.

“Alhamdulillah gak ada dampak cukup serius. Tapi kita imbau warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem yang memicu hujan lebat dan angin kencang, masih bisa terjadi. Jadi harus hati-hati potensi pohon tumbang, longsor dan angin kencang,” tandasnya.

Meskipun demikian saat ini warga Desa Rande sudah mendapatkan bantuan yang berasal dari Lumbung Sosial, seperti matras, selimut, dan lainnya. Pemkab Bandung Barat juga telah menyalurkan bantuan melalui Dinsos KBB, meliputi matras, selimut, dan lain lain untuk warga di Desa Ciptagumati. (DISKOMINFOTI KBB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *