KPU Jawa Barat, Akan Berkoordinasi dengan BPBD, BMKG dan Diskominfo Menyusul Temuan Potensi Kerawanan Bencana

Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Jabar, Adie Saputro. Foto/istimewa

BANDUNGSATU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), menyusul temuan potensi kerawanan bencana dan titik sulit sinyal di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Serentak 2024.

Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar Adie Saputro, pada Jumat (08/11).

Adie mengatakan, koordinasi dengan tiga stakeholder itu akan memastikan pemetaan wilayah rawan bencana serta sulit sinyal. Menurutnya, dalam koordinasi itu, data pemetaan tersebut akan jadi rujukan penyelenggara pemilu guna diintervensi dan menyiapkan langkah antisipasinya.

“Kita akan koordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk petakan TPS rawan bencana, termasuk meminta KPUD ikut menyetorkan data ini. Sedangkan TPS sulit sinyal kita akan koordinasi dengan Diskominfo agar dilakukan penguatan sinyal kepada provider,” jelas Adie.

 

Adie menambahkan, bahwa Data TPS rawan bencana akan jadi rujukan bagi penyelenggara mempertimbangkan lokasi pembuatan TPS atau waktu serta metode dalam distribusi logistik Pilkada Serentak.

Sementara untuk TPS yang sulit jaringan internet, jika tak bisa dilakukan penguatan sinyal oleh provider, maka akan diambil opsi dengan memanfaatkan jaringan internet di desa.

 

“Yang sulit sinyal akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar memperhatikan masalah ini. Tapi insyaallah saat ini setiap desa sudah memiliki wifi setidaknya pada saat pemilihan. Tapi kalaupun aplikasi Sirekap terganggu oleh sinyal, maka bisa terlebih dahulu untuk akses Sirekap offline,” ucap Adie.

Adie pun memastikan bahwa persiapan Pilkada saat ini telah mencapai 90 persen. KPU tengah fokus menyiapkan sortir lipat (Sorlip) surat suara dan bimbingan teknis pencoblosan bagi petugas KPPS. KPU tinggal fokus melakukan distribusi logistik pada H-2 pencoblosan. (*)

 

“Logistik alhamdulilah untuk distribusi seperti surat suara dan kotak suara sudah dimasing-masing gudang logistik Kabupaten/Kota. Ini sedang melaksanakan Sorlip. Di KBB juga kan masih Sorlip tanggal 8 kalau tidak salah. Setelah itu mereka setting formulir lalu distribusi ke TPS maksimal satu hari pencoblosan. 90 persen mungkin sudah siap,” pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *