BANDUNGSATU.COM – Incident Commander bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ade Zakir mengkonfirmasi, pihaknya belum mendapatkan lahan untuk relokasi para korban longsor. Ia mengatakan, Pemda Bandung Barat masih melakukan pemetaan terhadap aset berupa tanah Desa Pasirlangu yang dijadikan opsi utama sebagai tempat relokasi.
“Sedang kita cari, sedang kita inventarisasi terutama tanah kas desa, kalau sudah kita peroleh, kita cek dulu, aman secara geologi atau tidak, kita kaji dulu,” kata Ade Zakir di posko Desa Pasirlangu, Selasa (27/01).
Ade Zakir menjelaskan, selain menggunakan tanah milik Desa, opsi yang ke dua adalah membeli tanah sebagai tempat relokasi.
Sementara itu terkait dengan dana, pihaknya akan menggunakan anggaran pemerintah. Penggunaan dana bantuan juga dijadikan opsi untuk membeli tanah relokasi.
“Kalau pemerintah tentu melalui proses pengadaan tanah, itu butuh waktu. Donasi banyak, yang berbentuk uang mungkin bisa kita himpun beli tanah,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Bandung Barat untuk segera mencarikan area relokasi bagi korban longsor.
Hal itu dilontarkan Gibran saat berdialog dengan korban longsor di GOR Desa Pasirlangu pada Minggu siang (25/01).
“Tadi saya sudah bicara dengan Pak Bupati, mungkin nanti ada relokasi rumah, penyediaan rumah,” kata Gibran.
Gibran pun mendorong agar titik relokasi berada tak jauh dari tempat tinggal korban yang saat ini terkubur longsor.
“Mohon segera disosialisasikan di mana tempat barunya, lokasinya ke mana. Untuk lokasi baru, mohon tidak jauh dari tempat asal,” tegas Gibran. (*)






