Paslon HADE Berkomitmen Mendorong UMKM dan Wisata Menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030 Sebagai Program Unggulan

Paslon HADE, Calon Bupati Hengki didampingi istrinya Sonya Fatmala mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan pedagang pasar tumpah Kampung Gajah Kecamatan Parongpong bersilaturahmi di pasar tumpah Kampung gajah, Desa Cihideung. Foto/BANDUNGSATU.COM
Paslon HADE, Calon Bupati Hengki didampingi istrinya Sonya Fatmala mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan pedagang pasar tumpah Kampung Gajah Kecamatan Parongpong bersilaturahmi di pasar tumpah Kampung gajah, Desa Cihideung. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Pasangan HADE, Calon Bupati KBB, Hengki Kurniawan akan membantu UMKM dalam menjalankan bidang usahanya bila nanti terpilih. Hal itu disampaikan Hengki, ketika bersilaturahmi dengan para pedagang pasar tumpah di Kampung Gajah Desa Cihideung Kecamatan Parongpong, Minggu (13/10).

Dalam kunjungan tersebut, Hengki Kurniawan didampingi istrinya, Sonya Fatmala yang mengatakan bahwa dalam silaturahmi tersebut ia sempat juga mengikuti senam bersama para ibu yang hadir di lokasi.

“Kita berkunjung di Kampung Gajah. Kita senam bersama ibu-ibu di sini. Juga sapa warga dengan warga Parongpong dan sekitarnya. Di sini di Kampung Gajah ada pasar kaget yang ramai sekali,” kata Sonya pada para pewarta.

Sonya juga mengungkapkan, tidak hanya bersilaturahim, pada kesempatan itu Hengki pun menyerap aspirasi warga, mendengar keluhan masyarakat soal kesulitan yang mereka hadapi untuk nanti diolah agar saat Hengki menjadi Bupati, bisa memberikan kebijakan yang menjadi jawaban atas permasalahan yang warga hadapi.

Sonya sendiri memberikan support atas perjuangan suaminya untuk ikut ber kontestasi dalam Pilkada 2024.

“Salah satu bentuk support adalah dengan mendampingi pak Hengki. Kalaupun tidak bersama, saya justru bersilaturahmi dengan warga di tempat lain, dengan program yang sama, menyerap aspirasi warga. Itu juga bentuk support agar pak Hengki semangat dalam berjuang di kontestasi Pilkada KBB,” jelas Sonya.

Sementara itu Hengki Kurniawan mengatakan, bahwa kunjungannya ke Kampung Gajah tetap seperti yang selalu ia lakukan yaitu ‘belanja masalah.’

“Setiap hari saya sapa warga menyerap aspirasi kemudian menampung semua keluh kesah, permasalahan yang ad di beberapa wilayah. Itu saja,” kata Hengki.

Pasangan Hade sendiri pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa komitmennya pada UMKM agar naik kelas terus didorong dan disosialisasikan. Terlebih program untuk memajukan UMKM itu menjadi salah satu unggulan diantara program-program yang lain.

UMKM, kata Hengki, harus terus didorong agar bisa menjadi penopang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Ia sendiri mengaku sudah pernah mendorong UMKM sektor wisata di KBB dengan memberi bantuan permodalan, alat produksi dan pemasaran, sehingga mereka tumbuh berkembang dengan baik saat ini.

“Nah ke depan kami sudah siapkan program bantuan pinjaman modal usaha tanpa bunga, tanpa jaminan. Jadi bunganya disubsidi oleh Pemerintah Daerah. Mudah-mudahan ini bisa membantu UMKM agar naik kelas, kemudian memberantas bang emok yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” jelas Hengki.

“Salah satu visi kita adalah Menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030, salah satu prioritas kami adalah sektor wisata, bagaimana mensinergikan antara pariwisata, seni budaya dan UMKM. Oleh karenanya buat kita pemerintah daerah penting membuat suatu konsep acara, yang ini bosa menjadi identitas, yang skalanya nasional dan dikolaborasikan antara UMKM, pariwisata, seni dan budaya,”imbuh Hengki.

Hengki pun menyentil soal Bandung Kota Kembang, yang ia sebut saat ini Bandung Barat lah yang identik sebagai Kota Bunga karena produksi petani bunga yang mensuplai produknya ke berbagai daerah.

Identiknya Bandung Barat dengan bunga harus bisa melahirkan event yang nantinya melibatkan para petani bunga, dan stake holder pertanian lainnya sehingga menjadi ciri khas. Event itu pun akan digelar secara rutin untuk menyerap wisatawan lebih banyak datang.

“Kami sudah membuat pameran, expo. Ternyata itu bisa meningkatkan omset,” kata Hengki.

Event pasar tumpah seperti di Kampung Gajah sendiri menurut Hengki bisa menambah omset. Bisa saja, menurut Hengki, pasar tumpah itu nantinya di kemas dengan event tertentu dan mendatangkan artis sebagai daya tarik. Ia yakin cara itu akan lebih mendatangkan omset bagi para UMKM.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *