BANDUNGSATU.COM – Dewan Penasehat Komite Peduli Prestasi Olahraga dan Seni Budaya (KPPOSB), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Megahary Pudjiharto meminta agar Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan bisa melupakan hasil Musorkablub pemilihan Ketua KONI KBB.
“Suka tidak suka, mau tidak mau, Musorkablub KONI KBB sudah selesai dan ketua terpilih sudah ada. Jadi Plt Bupati harus move on, lupakan itu semua demi memajukan olahraga di KBB,” ucapnya, Sabtu (16/7/2022).
Menurutnya, banyak orang yang beranggapan jika kenapa KBB tidak sanggup menjadi tuan rumah Porprov 16 cabor dan hanya menjadi empat cabor tidak lepas dari hasil Musorkablub. Walaupun dalam pernyataannya, alasan defisit anggaran yang selalu dikedepankan.
Padahal hajat Porprov merupakan tanggung jawab Pemda KBB mengingat KONI hanya merupakan penyedia atlet saja. Jadi ketika penyelenggaraan Porprov di KBB gagal maka yang akan malu adalah Pemda KBB yang saat ini dipimpin Plt Bupati Hengki Kurniawan.
Oleh karenanya, tokoh senior dan juga mantan birokrat di Pemda KBB ini meminta agar semua pihak legowo. Sudah lupakan persaingan Musorkablub KONI KBB, semua harus melebur saling mendukung bukan saling sikut dan saling jegal karena yang dipertaruhkan adalah kehormatan daerah.
“Malu lah kita sama para pendiri KBB, mereka pasti gak mau melihat KBB kacau balau di semua sektor. Semua harus legowo, jangan hanya karena jagoannya kalah lalu buka front dan menahan-nahan anggaran. Ingat loh, itu anggaran APBD adalah uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, demi nama baik daerah sebaiknya Pemda KBB tetap menjadi tuan rumah bagi 16 cabang olahraga di Porprov XIV Jabar 2022. Pasalnya hal tersebut menjadi ketetapan bersama melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat, Nomor 426/Kep.133-Dispora/2022 tentang Penunjukan Daerah Kabupaten/Kota Sebagai Penyelenggara Porprov XIV Tingkat Jabar Tahun 2022.
“Keputusan KBB jadi tuan rumah Porprov Jabar itu ditetapkan SK gubernur, terus kalau mau mundur harus melalui SK gubernur lagi. Jadi demi nama baik dan martabat daerah sebaiknya keputusan itu tetap dilakaanakan,” ucapnya.
Apapun yang terjadi Pemda KBB selaku penyelenggara harus siap. Apalagi Porprov akan digelar November mendatang, sehingga jika KBB tiba-tiba mundur maka akan membuat bingung Pemprov Jabar dan daerah lain yang juga jadi tuan rumah bersama.
Ini adalah kali pertama KBB mengajukan diri jadi tuan rumah Porprov Jabar, jangan sampai hal tersebut tercoreng. Apalagi itu adalah keinginan Pemda KBB bukan berdasarkan penunjukkan dari provinsi. “Kalau gagal (tuan rumah) nama baik daerah jadi tercoreng, bisa jadi ke depan tak akan dipercaya lagi,” ujarnya.
Sekretaris Umum KONI KBB, Jaka Supriatna menyebutkan, sejak dua tahun lalu KBB sudah menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah Porprov Jabar tahun 2022. Sebelum Musorkablub dan ketika bertemu dengan pengurus KONI Jabar, Plt Bupati Hengki Kurniawan dan Dispora juga tetap mengatakan siap.
Sehingga ketika ada pernyataan dari Plt Bupati bahwa KBB mundur dari tuan rumah 16 cabor dan hanya sanggup menggelar empat cabor, mendapatkan tanggapan beragam dari kabupaten/kota lain. Mereka mengaku bingung karena sudah melakukan persiapan sejak lama dan saat ini sudah hitungan bulan sebelum pertandingan.
“Kami banyak menerima pertanyaan dari KONI kabupaten/kota terkait kesiapan perhelatan Porprov Jabar. Sebab tidak ada angin atau hujan pak Plt Bupati tiba-tiba menyatakan KBB hanya sanggup jadi tuan rumah untuk empat cabor,” tuturnya. (*)
Editor : Rizki Nurhakim






