Keberadaan Flyover Simpang Padalarang Bisa Mengurai Kemacetan 30 Persen

Flyover Simpang Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat mengklaim jika kemacetan di kawasan Padalarang mulai bisa terurai setelah kehadiran Flyover Simpang Padalarang yang menghubungkan dari Gate Tol Padalarang ke Kota Baru Parahyangan.

Kemacetan yang biasanya selalu terjadi setiap hari di jam-jam sibuk, intensitasnya mulai berkurang sekitar 30%. Sebab dengan diputarkannya kendaraan ke kawasan Kota Baru mampu mendelay kendaraan sehingga tidak langsung menumpuk masuk ke jalan protokol Padalarang-Ciburuy.

“Adanya Flyover Simpang Padalarang sangat bermanfaat bagi semua, karena kemacetan di Padalarang dan sekitarnya bisa terurai,” kata Kepala Dinas Perhubungan, KBB, Fauzan Azima Kamis (25/7/25).

Flyover  dengan panjang 340 meter dan lebar 18 meter itu diinisiasi oleh Pemerintah Daerah  Kabupaten Bandung Barat karena melihat kemacetan kendaraan di kawasan Padalarang yang sudah sedemikian parah.

Apalagi kawasan Padalarang, menjadi salah satu kecamatan yang perkembangannya sangat pesat setelah KBB dimekarkan dari Kabupaten Bandung.

Jumlah kendaraan yang setiap tahun terus naik, tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan di kawasan Padalarang.

Oleh sebab itu, Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat naik menggantikan Bupati Abubakar, dalam penyusunan RPJMD KBB Tahun 2019-2023 menetapkan jika pengentasan kemacetan di Padalarang jadi salah satu prioritas.

Rencana itu berhasil terealisasi setelah PT Bela Putra Intiland sebagai pengembang perumahan Kota Baru Parahyangan, mengucurkan anggaran CSR  sekitar senilai Rp100 juta untuk pembangunan flyover.

Groundbreaking flyover ini dilakukan Bupati Aa Umbara Sutisna Rabu (3/3/2021), dan setelah sembilan bulan dibangun diresmikan oleh Plt Bupati Hengki Kurniawan pada Jumat (26/11/2021).

Fauzan menambahkan, Flyover Simpang Padalarang bukan hanya berimbas ke kawasan Padalarang tapi juga ke Cimareme.

Kemacetan di kawasan Cimareme yang begitu berat sedikit bisa terurai, meski untuk bisa mengatasi kemacetan secara keseluruhan harus ada daya dukung flyover di pertigaan Cimareme.

Pihaknya kini sedang mengkaji penataan kawasan yang terintegrasi. Sekitar  kawasan Pasar Tagog, Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Padalarang, dan dibangunnya Terminal Curug Agung, jangan sampai menimbulkan kemacetan.

Sehingga penataan mulai dari Cimareme, Simpang Padalarang, Pasar Tagog, dan kawasan Stasiun Padalarang, harus dilakukan.

“Semoga dengan transportasi yang terintegrasi kemacetan di Padalarang bisa terus dikurangi, seiring bertambahnya infrastruktur jalan. Seperti Jalan Lingkar Padalarang yang juga diinisiasi Pemda KBB dari kawasan Kota Baru tembus ke Cipatat,” ucapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *