BANDUNGSATU.COM – Babak Kualifikasi Piala Presiden Seni Ketangkasan Domba Garut digelar di sejumlah kota di Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan di gelar dalam enam putaran di Kab.bandung, Kab.Sumedang, Kab.Garut , Kab.Bandung Barat, Kab.Majalengka dan Kab Cianjur.
Sementara babak final akan digelar di Stadio Pakansari Kabupaten Bogor September mendatang.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris DPC HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) Kabupaten Bandung Barat, M. Mulyono, di Pamidangan Cikawati Desa Pakuhaji Ngamprah, Sabtu (26/07).
Ia mengatakan bahwa Seni Ketangkasan Domba Garut merupakan budaya Jawa Barat yang perlu dilestarikan.
“Yang sekarang digelar di KBB adalah kualifikasi Kelas, A, B dan C. Ada 50 Domba Garut yang akan melaju ke Final di Bagor,” kata Mulyono.
“Acara ini juga digelar dalam Rangka HUT ke 18 KBB, sehingga Bupati Bandung Barat juga bisa hadir,” imbuhnya.
Ia mengatakan ada 500 Domba Garut yang ikut serta dalam kulifikasi tersebut.
“Ada 179 pasang domba yang akan menjalani kualifikasi hari ini. Sisanya besok,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa dari 179 yang mengikuti kulifikasi pada Sabtu 100 ekor domba diantaranya datang dari KBB, meski kualifikasi tersebut dikuti oleh peserta dari berbagai pelosok Jawa Barat.
Mulyono juga mengatakan bahwa filosofi dari Ketangkasan Domba Garut ini adalah bagaimana para peserta bisa menilai sejauh mana keberhasilan dalam menjaga kualitas ternak mereka.
“Dalam pentas ini diketengah pada publik bahwa domba itu tidak hanya sekedar komoditi daging saja.
Namun juga bernilai eduaksi bagi masayarat dan bernilai ekonomis bagi peternak,” kata Mulyono.
Ia mengatakan bahwa selepas ketangkasan niai domba menjadi meningkat bahkan ada yang diharagi 100 juta.
“Ada beberapa peternak menjadi favorit untuk raja petet, raja pedaging, pembibitan penggemukan yang merupakan hasil ketangkasan di Kabupaten Bandung Barat.
Di Parongpong, Lembang, Cisarua, banyak yang begitu,” ujarnya.
Ia bahwa di KBB sendiri kegiatan kontes dilakukan secara rutin. Ia sendiri mengaku dengan rutinitas bisa membangun kolaborasi dengan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan kualitas ternak, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisata di KBB karena rutinitas eventa yang dilakukan.
Sementara itu di tempat yang sama, dalam sambutan jelang dibukanya Babak Kualifikasi Ketangkasan Domba Garut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, melalui seni ketangkasan domba, warga KBB khususnya peternak bisa meningkatkan mutu genetik ternak domba demi peningkatan produksi peternakan dan terwujudnya Bandung Barat Amanah.
“Asosiasi peternak domba yang terhimpun dalam wadah Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) sangat potensial untuk pemberdayaan peternak, baik dari aspek manajemen, budidaya, maupun pengembangan usaha, sehingga berkontribusi dalam mempercepat penerapan teknologi baru di bidang peternakan,” kata Jeje.
“HPDKI sangat berperan penting dan strategis dalam mewujudkan hubungan baik antara peternak dengan jaringan usaha (stake holder peternakan). HPDKI membangun dan memperkuat kelembagaan peternak, guna mendorong tumbuh kembangnya usaha agribisnis peternakan yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.
Jeje juga mengatakan, pada seni ketangkasan ini bukan hadiah yang dicari, namun pembinaan dan pemberdayaan peternak adalah tujuan utama.
“Peternak yang berdaya saing tinggi mampu melakukan pemeliharaan dengan baik, pembibitan dengan baik, memberikan pakan dengan baik tentu saja akan menghasilkan produk yang lebih baik,” ungkap Bupati KBB itu.
Menurut Jeje, dengan “ pintonkeun ” seekor domba yang sangat istimewa, kualitasnya bagus, bibitnya murni, tentu saja akan muncul apresiasi dari pada penghobi lain, dia akan menghargai domba itu dengan nilai ekonomi tertentu.
“Untuk itu perlu sebuah kemasan dan arena itu untuk mintonkeun,” ungkap Jeje.
Lebih jauh Jeje mengatakan, Sektor ini tidak hanya berkontribusi pada penyediaan pangan melalui produk seperti daging, tetapi juga menciptakan lapangan kerja melalui berbagai kegiatan yang terkait dengan peternakan, mulai dari pemeliharaan, pengolahan, hingga pemasaran.
“Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk petani dan peternak, pengembangan agrobisnis, termasuk peternakan domba, merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah. Kedaulatan pangan suatu bangsa diukur dari kemampuannya dalam menyediakan pangan yang cukup dan berkualitas. Dalam konteks ini, peternakan domba berperan tidak hanya sebagai penyedia pangan tetapi juga sebagai sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas Jeje. (*)






