Hujan Deras Guyur Lembang Sebabkan Pergeseran Tanah RSUD Lembang

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Tajudin menunjukan retakan lantai yang terjadia ada pergeseran tanah di RSUD Lembang karena curah hujan yang tinggi di wilayah Lembang, Selasa (5/11). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Hujan yang mengguyur sejak pagi sampai siang dan sore di wilayah Lembang KBB Senin kemarin (04/12), menyebabkan pergeseran tanah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang.

Pergeseran tanah itu merobohkan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 10 meter dan tinggi 2 meter, juga menyebabkan retakan pada lantai keramik.

Sejumlah keramik pun terlihat menyembul karena terdorong pergerakan tanah.

Lantai keramik yang rusak itu berada di gedung rawat jalan yang berlantai tiga dan ruangan admintrasi para pegawai RSUD Lembang, yang terletak di bawahnya.

Kepala Bagian Tata Usaha, RSUD Lembang Tajudin didampingi Kasubag Umum Kepegawaian RSUD Lembang, Aep Ratmajaya mengatakan, retakan lantai yang terjadi di RSUD Lembang asalnya tidak begitu parah. Namun setelah hujan yang sangat deras kemarin, terjadi pergeseran tanah.

“Imbas hujan itu, retakan lantai semakin parah, ruang admintrasi dan ruang direktur rumah sakit, keramiknya retak-reyak dan menyembul ke atas,” kata Tajudin.

“Kemarin itu hujan pukul sepuluh. Kejadian jam 12. Tapi ibu-ibu sudah kami amankan,” imbuh Tajudin.

Tajudin mengatakan, atas peristiwa itu para pegawai RSUD Lembang, menghawatirkan bila hujan turun lagi. Mereka mengatakan, kalau tidak diantisipasi dikhawatirkan akan terjadi hal yang sama, karena sekarang sudah masuk musim penghujan.

“Kami pasti khawatir, dengan kondisi beberapa bagian bangunan yang sudah lapuk ini, kami pasti membatasi jam layanan,” kata Tajudin.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak Dinas PUTR dan BPBD Kabupaten Bandung Barat susah melakukan peninjauan ke lokasi untuk memutuskan langkah apa yang selanjutnya akan diambil.

Tajudin juga menjelaskan bahwa kondisi bangunan rawat inap sangat aman karena aďa di bangunan baru.

“Yang rawan di lantai dua bangunan lama, untuk rawat jalan. Ada 15 poli,” jelas Tajudin.

Ia juga menjelaskan bahwa pada kunjungan terakhir PJ Bupati Bandung Barat, Arsan Latif ke RSUD Lembang menyatakan sangat support untuk merevitalisasi bangunan lama yang rawan kerusakan tersebut.

“Kalau pas kunjungan BPBD sementara beberapa kondisi rawan sebaiknya ditutupi terpal untuk menahan agar tidak longsor,” imbuhnya.

Tajudin sendiri berharap agar pondasi serta struktur bangunan bisa diperbaiki untuk memperkokoh bangunan yang rawan tersebut.

RSUD Lembang memiliki bangunan yang cukup tua. Rumah sakit tersebut dibangun saat Bupati KBB dijabat oleh almarhum Abubakar.

Gedungnya sendiri menggunakan bekas bangunan Balai Latihan Koperasi (Balakop) yang berada di Jalan Setiabudi Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang, KBB. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *