BANDUNGSATU.COM – Garda Pelawan Korupsi (GALAKSI) Bandung Barat, menilai roda pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini berada dalam kondisi krisis kepemimpinan. Akibat Pimpinan DPRD KBB, Muhammad Mahdi, dinilai telah gagal total dan dipenuhi ambisi pribadi, sehingga fungsi legislatif menjadi tidak maksimal dan kinerja eksekutif terkatung-katung.
Dengan situasi genting ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Pelawan Korupsi (GALAKSI) Bandung Barat menyatakan sikap tegas untuk membawa gelombang protes langsung ke tingkat nasional.
Koordinator LSM GALAKSI, Ikhwan Verousetiawan menegaskan bahwa pembiaran terhadap situasi ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat Bandung Barat.
“Kita tidak boleh membiarkan Bandung Barat hancur dan tersandera hanya oleh ambisi pribadi satu orang. Ketika pimpinan legislatif gagal menjalankan fungsinya, dampaknya langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat KBB. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mengambil langkah tegas, menyelamatkan marwah partai dan marwah KBB jauh lebih penting daripada mempertahankan seorang pimpinan yang sudah kehilangan ketokohan dan legitimasi publiknya,” tegas Ikhwan.
Pria yang akrab disapa abah Acil ini mengatakan, berdasarkan dokumen evaluasi dan surat permohonan audiensi resmi yang telah dilayangkan sebelumnya kepada DPW PKS Jawa Barat (Nomor Surat: 045/EXT/GALAKSI-KBB/IX/2026), terdapat 3 (tiga) pilar kegagalan fatal yang dilakukan Muhammad Mahdi selama memimpin DPRD KBB.
“Tiga hal tersebut yaitu ketidakmampuan berkomunikasi dengan birokrasi atau gagal menjaga kemitraan, yaitu melanggar fungsi utama memimpin dan mengoordinasikan hubungan kerja antara DPRD dan Pemerintah Daerah (Bupati/Sekda) guna menjaga stabilitas pemerintahan,” jelas Ikhwan.
“Lalu kebijakan melenceng dari hasil musyawarah atau melanggar azas kolektif kolegial yaitu memotong mekanisme pengambilan keputusan secara sepihak serta mengabaikan koordinasi antar-Alat Kelengkapan DPRD (AKD) dan Rapat Bamus/Pimpinan,” imbuhnya.
Ia juga melihat ketidakmampuan Mahdi dalam mengelola roda organisasi atau disfungsi kepemimpinan.
“Mahdi gagal memimpin rapat-rapat internal secara efektif dan membiarkan pelanggaran terhadap Tata Tertib serta Kode Etik lembaga.
Koordinator LSM GALAKSI, Ikhwan, menyatakan siap mengerahkan massa menuju ibu kota apabila pimpinan pusat partai tidak segera mengambil tindakan nyata,” tegas Ikhwan.
“KBB butuh kepemimpinan yang sehat, bukan ego personal yang merusak tata kelola daerah. Jika DPW maupun DPP PKS lambat merespons dan enggan mendengar jeritan rakyat, GALAKSI siap ‘menggeruduk’ dan menginap di Kantor DPP PKS Jakarta sampai surat keputusan pemberhentian Muhammad Mahdi dari Pimpinan DPRD KBB diterbitkan. Kalaupun harus berkemah disana kami siap!” pungkasnya.
Gerakan penyelamatan Bandung Barat ini turut mendapatkan soliditas dan dukungan penuh dari lintas pergerakan di tingkat regional. Yang turut mendukung diantaranya Aliansi Aktivis Jawa Barat dan Paguyuban Aliansi Masyarakat KBB.
“Kami dari Aliansi Aktivis Jawa Barat dan PAS MAS KBB berdiri sepenuhnya di belakang perjuangan GALAKSI demi mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih baik, bersih, dan berintegritas. Pembersihan pimpinan yang gagal di KBB adalah simbol penegakan marwah demokrasi di Jawa Barat, dan kami siap turun bersama mengepung DPP PKS jika aspirasi ini diabaikan!” kata pernyataan Aliansi Aktivis Jawa Barat. (*)






