BANDUNGSATU.COM – Dengan mata yang menatap penuh keprihatinan pada tanah kelahirannya, pengusaha lokal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Arie Sakti, akhirnya angkat suara. Bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk membawa jeritan sunyi dari sudut-sudut pasar, pabrik, warung kecil, dan meja-meja usaha lokal yang kian meredup akibat atmosfer politik daerah yang kian memanas.
Arie Sakti mengungkapkan, kegaduhan politik di lingkaran elit bukan sekadar berita di layar kaca atau perdebatan di media sosial. Ketegangan itu adalah beban nyata yang menghempas masyarakat bawah.
Menurut Arie, setiap perselisihan yang memanas di ‘atas,’ melahirkan ketakutan dan ketidakpastian di ‘bawah,’ sehingga membuat investor ragu, roda bisnis melambat dan para pekerja khawatir akan masa depan piring nasi keluarga mereka.
“Setiap pagi, kami para pengusaha dan rakyat kecil terbangun dengan satu harapan sederhana, bisa bekerja dengan tenang, memberi makan keluarga, dan melihat anak-anak kami tersenyum,” ungkap Arie Sakti dengan nada penuh keharuan, Senin (28/09).
“Namun belakangan ini, ketegangan politik membuat udara di Bandung Barat terasa dingin dan mencekam. Kami bertanya-tanya, sampai kapan energi daerah ini habis hanya untuk saling menjatuhkan, sementara rakyat di bawah terus berjuang sendirian?” imbuh Arie.
Lewat pesannya yang mendalam, Arie Sakti menggetarkan nurani seluruh elit dan tokoh politik di Bandung Barat melalui tiga seruan hati:
Arie mengatakan, para elit sejatinya mengingat kembali janji-janji awal saat meminta restu rakyat. Konflik politik di atas tidak pernah melahirkan kesejahteraan di bawah.
“Sudah saatnya ego kelompok dilepaskan dan empati dikembalikan kepada masyarakat yang merindukan kedamaian,” jelas Arie.
“ Jangan Biarkan Rumah Kita Sendiri Rubuh. Bandung Barat adalah rumah bersama. Jika fondasi kepemimpinannya terus diguncang oleh perselisihan, maka dunia usaha akan mati perlahan, lapangan kerja menipis, dan masa depan anak-anak daerah ini yang menjadi taruhannya,” imbuh Arie.
Ia juga mengingatkan agar para elit, kembali merangkul kebersamaan dalam keteduhan. Menurut Arie, tidak ada kemenangan sejati jika diraih di atas keretakan daerah. Ia mengatakan, kepemimpinan yang agung diukur dari kerendahan hati untuk merangkul, duduk bersama, dan merajut kembali tali persaudaraan yang sempat koyak.
“Bandung Barat ini terlalu indah untuk dirusak oleh perselisihan, dan rakyatnya terlalu tulus untuk terus dikorbankan. Saya mengetuk pintu hati para pemimpin dan elit politik: mari kita sudahi perselisihan ini. Turunkan tensi, genggam tangan satu sama lain, dan kembalikan ketenangan di tanah yang kita cintai ini,” pungkas Arie Sakti penuh harap. (*)






