DPP PKS Resmi Tunjuk Bagja Setiawan Jadi Calon Walikota Cimahi

Foto/Istimewa
Foto/Istimewa

CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Bagja Setiawan akhirnya kantongi surat tugas dari DPP PKS untuk maju menjadi Calon Walikota Cimahi. Bagja Setiawan sendiri mengatakan bahwa ia berhasil melaju setelah melalui seleksi yang panjang dan akhirnya mengerucut pada 3 nama.

Bagja mengatakan surat tugas dari partai diterima oleh dua orang, dirinya dan Ahmad Zulkarnaein. Ia juga mengaku bahwa elektabilitasnya rendah sehingga ia banyak melakukan sosialisasi sejak beberapa waktu ke belakang ini.

“Saya juga sudah mulai sosialisasi karena terus terang, elektabilitas saya cukup rendah. Selama ini saya tidak pernah dikenal di Kota Cimahi. Jadi saya ikhtiar turun ke masyarakat,” kata Bagja, Kamis (13/06).

Bagja sendiri mengaku berbeda situasi saat sosialisasi di KBB dengan di Cimahi. Tadinya harus menjelajah daerah yang sangat luas, namun saat ini di Cimahi bisa lebih mudah, dengan daerahnya yang lebih kecil.

Ia sendiri mengaku bahwa dari dua nama yang mengerucut, satu nama sudah diserahi mandat oleh DPP pada Jumat lalu (07/06), yaitu nama dirinya (Bagja Setiawan -red). Namun ia mengatakan secara resmi namanya akan dimunculkan dalam rapat DPP, Rabu Depan (19/06).

“Ini boleh lah diekspose, hanya secara remi nanti baru diplenokan Rabu depan. Menunggu beberapa kabupaten kota yang memang belum bisa menyampaikan hari ini,” kata Bagja seraya mengatakan bahwa PKS akan memilih untuk berkoalisi.

Ia juga menyebut bahwa hubungan komunikasi politik dengan sejumlah calon dari partai lain juga intens, mulai dari Ngatiyana, Dikdik, Bilal dan Adit.

“Syarat untuk pasangan dari prtai lain adalah sama-sama mematok Pilkada bisa memang dan juga memiliki komitmen membangun Cimahi ke depan,” imbuhnya.

Lebih jauh Bagja mengatakan, bahwa PKS saat ini tidak berada pada koalisi besar Partai Demokrat, PPP, Nasdem dan PKS dan Golkar yang mengangkat Dikdik. Ia mengatakan koalisi besar itu lah yang mengajak PKS untuk bergabung.

“Nah saya sampaikan bahwa di sini flesibilitas PKS harus muncul. Memang secara logika menang Pemilu 9 kursi. Masak menang 9 kursi mau C2 (Wakil Walikota, red), tapi ini melihat kolaisi besar 19 kursi. Nah ini yang sedang dalam pembicaraan,” tegas Bagja.

Melihat flesibilitas yang dibicarakan oleh partai, Bagja sendiri menegaskan bahwa DPP telah mengamanatkan bahwa ia harus dapat meraih kursi Walikota, bukan Wakil Walikota. Oleh karenanya meski ada istilah fleksibilitas dalam menjawab ajakan koalisi besar untuk bergabung diusahakan PKS harus menduduki kursi calon Walikota.

“PKS bisa saja mencalonkan sendiri karena secara kursi sudah memenuhi syarat, untuk calon Walikota dan Wakil Walikota. DPP PKS malah meminta untuk bisa mengamankan kursi C1 bukan C2,” pungkas Bagja.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *