BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Setelah memposting soal Sampah yang terlihat menumpuk di Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mantan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengaku banyak menerima pesan di akun IG-nya, dengan isi marah-marah karena ia dikira masih menjabat sebagai Bupati Bandung.
Ia sendiri menjelaskan bahwa terkait postingannya tersebut selama menjabat sebagai Bupati Bandung Barat ia sudah melakukan sejumlah upaya penanganan.
“Ternyata banyak sekali yang DM dan marah-marah, karena mengira saya masih menjabat sebagai Bupati Bandung Barat. Hehe, Bapak Ibu, Akang, Teteh, Jabatan Saya sudah berakhir tahun lalu ( September 2023 ). Sekarang saya sudah menjadi warga biasa,” kata Hengki dalam unggahan di Instagramnya, Kamis (13/06)
Hengki juga mengaku bahwa pada saat ia menjabat, sudah pula melakukan Inspeksi mendadak terhadap sejumlah pabrik yang menghasilkan limbah.
“Lalu apa yang kita lakukan dulu ?. Kami bersama TNI bersama-sama menjaga kebersihan DAS Citarum. Patroli terus kita lakukan, bahkan bersama Dinas terkait kami melakukan sidak ke beberapa pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah. Sudah ada beberapa yang melanggar langsung dipidanakan,”
Hengki pun mengatakan bahwa ia saat menjabat sebagai Bupati Bandung Barat, sudah berkomitmen dengan sungguh-sungguh, untuk menjaga kebersihan DAS Citarum.
“Alhamdulilah dengan komitmen yang sungguh-sungguh menjaga kebersihan DAS Citarum, Saya mendapatkan penghargaan dari Kementrian Dalam Negeri, yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, karena Kualitas air di (DAS ) Citatum semakin membaik berkat kolaborasi semua pihak,” tulis Hengki.
“Oleh sebab itu, masalah sampah dan kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan lagi membuang sampah sembarangan. Haturnuhun,” pungkas Hengki.
Atas viralnya sampah di DAS Citarum tersebut, Pihak Pemda Bandung Barat Sendiri pada Kamis siang, (13/06) langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
“Alhamdulillah setelah berkoordinasi dengan LH Provinsi, kami Pemda Bandung Barat, Damkar, BPBD, petugas kebersihan dan juga dibantu teman-teman dari DKPB Kota Bandung membersihkan sampah tersebut,” jelasnya.
Ade Zakir dalam kesempatan tersebut juga berharap agar wilayah Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung aktif mengedukasi warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Selain itu, perlu dibuat alat perangkap sampah di masing-masing wilayah sektor Citarum Harum agar tak seluruh sampah dari hulu bermuara di Bandung Barat,” tukas Ade.
“Kemarin sama provinsi sudah diskusi terkait sungai Citarum. Memang dari tahun 2018 ada Satgas Citarum Harum, per sektor sudah ada komandannya. Selain hulu, ini harus ditangani di hilirnya dengan penyekat agar tertahan. Minimalnya ada 3 alat perangkap sampah di beberapa titik Citarum,” imbuhnya.
Ade juga mengatakan di setiap titik wilayah perbatasan Kabupaten/Kota di Bandung Raya yang dilintasi DAS Citarum, untuk penangan banjir sampah tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat dan sejumlah perahu boat untuk mengangkut sampah yang berada di tengah sungai.
“Pertama penyekatan. Karena kejadian ini sudah tiga kali dengan sekarang. Ya kita melakukan penyekatan setiap titik ini karena dibantu dengan angin juga mengarah ke hilir. Untuk dipinggirkan kita angkat untuk yang tengah juga kita menggunakan alat-alat yang ada seperti perahu boat dan lainnya,” ujar dia. (*)






