BANDUNGSATU.COM – Bulan Ramadhan membawa dampak yang cukup besar terhadap kunjungan wisata. Hal itu dirasakan oleh objek Wisata Grafika Cikole. Head Marcom Grafika Cikole, Awan Septiaji. Oleh karenanya di bulan Ramadhan tahun ini Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat sajikan suguhan yang berbeda untuk tetap menarik wisatawan.
”Kalau Ramadhan itu kan wisatawan gak banyak bergerakan. Makanya bagaimana kita di kawasan Lembang, terutama di Grafika Cikole, untuk bisa mempertahankan, ya operasional tetap jalan gitu loh,” kata Awan
”Nah, sehingga muncullah ide-ide kreatif dengan pasar-pasar yang gen z, keluarga, kalau sebenarnya keluarga, keluarga muda yang anaknya masih kecil. Makanya kan tadi beberapa ada fasilitas Buda, ATV. Itu juga operasional sampai dengan masuk ke sana. Fast planting juga nanti ada. Ada juga henna nanti. Lagi trenkan henna,” imbuh Awan.
Atraksi wisata baru ini menurut Awan, dibuka untuk mengakomodir para wisatawan yang tidak betah berada di hotel. Sajian baru ini juga untuk melengkapi produk wisata malam yang sudah ada, yaitu Hutan Mycelia.
”Yang kedua kan Pak Eko punya produk malam, Hutan Mycelia, bagaimana ini bisa menjadi sebuah rangkaian gitu loh. Jadi ya kan kita udah hidup dengan Hutan Mycelianya, bagaimana kita melanjutkan konsep ini gitu, biar ya menjadi sebuah survival,” ungkap Awan.
Awan juga mengatakan pihaknya ingin menjadikan Grafika Cikole ini sebagai titik kumpul pasangan muda, gen z, dan orang-orang kantoran, yang sudah bosan dengan kehidupan di kota.
”Yang misalkan sekarang mau liburan, mau buka bersama, mau ada acara gathering, harus di hotel, harus di resto. Kita sajikan di sini dengan konsep yang berbeda. Kenapa ambil Abasyah? Karena dengan konsep Abasyah ini, kita mengenang masa kejayaan Islam di masa lampau,” jelas Awan.
Ia mengatakan dengan konsep Abasyah ini, mulai makanannya, mulai dari pakaiannya, mulai dari cara berdagangnya, mulai dari cara kehidupan di pasarnya dengan konsep Abasyah diaplikasikan di dalam hutan.
”Nah ini menjadi opsi, supaya bisa mendatangkan, membuat FOMO para pengunjung, kawula muda, gen z, korporat-korporat yang memang bosen di kota ataupun di hotel, maupun resto. Jadi kita ciptakan Abasyah ini,” tukas Awan.
Ia menjelaskan konsep Abaysah ini digelar sampai masa Lebaran. Konsep ini diyakini Awan akan menarik pengunjung karena memiliki sistem pop up market.
”Pop-up market yang dalamnya ada games, interaksi hewan, mulai dari burung sampai mamalia, bisa ditunggangi juga, bisa berfoto juga. Nah untuk adventurnya, ada berkuda, ada ATV, ada juga nanti aktivasi bikin kalu, workshop gitu ya, bikin gelang, bikin cendera mata, sama face painting dan henna,” jelas Awan secara rinci.
”Lanjut lagi nanti, untuk makanannya kita mulai dari baklava, terus mochi dari Cina, teh tarik dari Jepang. Ada juga sawarma dari Turki, kebab dari Turki, kunafa dari Timur Tengah. Nah untuk kacang-kacangan di sini, kita siapkan juga kacang-kacangan yang memang dari Arab. Mulai dari pitasio, dari mete, dari kacang Arab, kita semua ada di sini. Nah yang terpenting, ada aktivasi-aktivasi yang bisa menarik anak-anak juga,” imbuhnya.
Dengan banyaknya sajian yang disuguhkan, menurut Awan akan membuat wisatawan betah saat datang sejak sore hingga malam, tidak membosankan.
”Dari outbond juga kita perkenalkan, dari games-games kecil kita siapkan. Gitu, di Abasya,” kata Awan.
Untuk menikmati sajian terbaru Grafika Cikole ini wisatawan, kata Awan, bisa datang mulai dari pukul 15.00. Setelah Magrib, disajikan pula beragam hiburan, games, ada pop up market pula yang dihadirkan bagi pengunjung.
”Tiket masuk regular saja, Rp 20.000. Di dalam, para tamu kalo misalkan mau aktivasi, mau camilan buka-buka puasa, itu mulai dari Rp 5.000 saja. Rp 5.000 sampai, yang termahal mungkin aktivasi hanya di ATV saja Rp 50.000. Sama ini kalo sudah beli Mycelia, tiket masuknya gratis. Tiket box buka dari jam 3 (pukul 15.00 WIB, red). Berarti beli tiket mycelia, sudah jalan-jalan ke area ini, tinggal beli jajan yang dibutuhkan gitu ya,” jelasnya.
”Sama kalo misalkan ada korporate-korporate, atau sekolah-sekolah yang mau reservasi, boleh, menu-menu buffet datang kesini sudah gratis juga tiket masuk. Pokoknya masuk reservasi, kita sudah termasuk Abasia juga boleh menikmati,” tambah Awan.
Awan juga mengatakan pada sajian di bulan Ramdhan ini nasi kebuli menjadi sajian utama. Selain itu ada pula menu buffet mulai Rp 35 ribu yang bisa dinikmati secara outdoor.
”Nasi kebuli di Test Optical Resto, itu yang kita highlight, bisa perorangan, bisa seri. Dan kita juga bisa punya paket Bookberg, di hall yang depan, tema outdoor juga, bisa spesial menu buffet, mulai dari 35 ribu rupiah,” pungkas Awan. (*)






