BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pemerintah Daerah Bandung Barat sudah memiliki alternatif sebagai lahan relokasi bagi masyarakat terdampak pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Namun saat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) meninjau lokasi tersebut pada Senin (04/03) lalu, diketahui lahan tersebut tidak cocok sebagai tempat hunian.
Badan Geologi mengatakan lokasi tersebut berada di area lereng terjal, sehingga akan memakan anggaran besar untuk rekayasa teknik seperti pembuatan bronjong atau tembok penahan tanah (TPT) sebelum dijadikan lokasi relokasi.
“Memang lahan relokasi yang kita siapkan itu tingkat kemiringannya cukup curam, jadi akan butuh biaya cukup besar. Kedua lokasinya masih di area pinggiran tanah bergerak,” kata Pejabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, soal rekomendasi dari Badan Geologi untuk tidak menempati lahan tersebut.
Arsan mengatakan, dalam proses pencarian lahan relokasi hunian untuk korban, Pemda menyiapkan tiga skema.
Ketiga skema tersebut yaitu memakai tanah carik desa, meminjam aset Perhutani, atau pembelian lahan dari uang APBD. Pertimbangan menggunakan tiga skema ini adalah, lahan yang dipakai bukan saja aman dari bencana tapi tertib administrasi, sehingga tak memicu konflik di kemudian hari.
“Jadi langkahnya saya harus carikan tanah yang aman clean and clear, kalau itu belum dapat saya akan mohon ke Perhutani,” imbuhnya.
Arsan mengupayakan agar relokasi bisa ditetapkan paling lambat pekan depan agar proses relokasi tak memakan waktu hingga berbulan-bulan. Pihaknya pun ingin warga terdampak, memiliki rumah baru maksimal 2 bulan.
“Minggu depan kita percepat pencarian lahan relokasi karena dalam waktu 2 bulan masyarakat sudah bisa pindah,” tegasnya.
Pemda Bandung Barat pun sudah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pencairan Dana Tunggu Hunian atau DTH. Dengan begitu, masyarakat tidak tinggal lama di Gedung Pengungsian Islamic Center Rongga.
“Jumat besok (08/03) saya akan kirimkan surat untuk BNPB supaya dana tersebut segera dicairkan, lebih cepat lebih bagus,” kata Arsan Kamis (07/03).
Atas terjadinya bencana tersebut, BNPB telah merekomendasikan seluruh warga terdampak agar direlokasi dan dibangunkan hunian baru. Selama proses relokasi berlangsung, BNPB akan memberi DHT Rp 500 ribu kepada satu kepala keluarga per bulan.
“Kami sedang mengupayakan dana tunggu hunian yang sudah dijanjikan BNPB agar lokasi itu benar-benar dikosongkan. Nominalnya Rp 500 per bulan untuk setiap KK. Nanti akan kita tambahkan lagi untuk kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Supaya mereka tetap bisa menikmati bulan Ramadan sambil menunggu pembangunan hunian,” pungkas Arsan. (*)






