BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pilkada Kabupaten Bandung Barat, akan digelar pada November mendatang. Meski tahapan Pilkada Serentak sendiri baru akan dimulai dengan pendaftaran pasangan calon pada 27 sampai 29 Agustus mendatang, namun sudah banyak para tokoh yang digadang-gadang akan maju sebagai calon Bupati.
Para tokoh itu tidak hanya muncul dari organisasi massa atau partai politik dan sesepuh Bandung Barat, sejumlah Kepala Desa pun didukung masyarakat untuk maju dalam pesta demokarasi di Bandung Barat tersebut.
Atas dukungan masyarakat, beberapa Kepala Desa mulai nampak memasang digital banner di grup medsos. Ada pula yang memasang baliho sebagai bentuk perkenalan diri sebagai bakal calon Bupati.
Tidak hanya muncul di banner atau baliho, beberapa Kepala Desa lebih sering terlihat di Lapangan, seperti Kades Cihanjuang, Gagan Wirahma.
Sementara itu ada pula Kades yang didukung masyarakat dan juga para aktifis, seperti Kades Cilame, Kecamatan Ngamprah, Aas Mohamad Asor, SH.MH karena selain sebagai Kades juga dikenal sebagai konsultan hukum dan fraktisi hukum, karena berlatar pendidikan sarjana hukum dari Universitas Islam Bandung.
Tokoh pemuda Ngamprah, Dedi Rustandi mengatakan bahwa karena Aas berlatar belakang pendidikan bidang hukum, kantor hukumnya sangat pro aktif membantu masyarakat yang memiliki persoalan hukum.
“Kantor Hukum AMCY dan Rekan, milik Aas dikenal sangat pro aktif dalam memberikan layanan hukum pada masyarakat,” kata Dedi, ketika ditemui oleh Bandungsatu.com, Sabtu (09/03).
Dedi juga mengatakan bahwa sejak remaja, Aas senang berorganisasi sehingga ia sangat mumpuni dalam mengembangkan roda organisasi dan pengembangan SDM masyarakat.
“Aas yang juga menempuh studi S2 di Unisba, selain sebagai konsultan hukum, dikenal memiliki pengalaman organisasi yang cukup lama, sejak masih remaja sebagai pengurus remaja masjid,” jelas Dedi.
Saat menjadi mahasiswa pun Aas tidak hanya aktif di himpunan saja, namun juga aktif di Badan Ekeskutif Mahasiswa Unisba, dan saat menjadi Kades pun, Aas terus berorganisasi. Ia sempat menjadi Ketua Apdesi Kecamatan Nagamprah dan Wakil Ketua Apdesi Kabupaten Bandung Barat.
“Di bidang kepemudaan, selain pernah menjadi Pengurus Karang Taruna Bandung Barat, ia juga dikenal sebagai pengurus yang aktif di KNPI Bandung Barat. Aas saat ini masih tercatat sebagai pengurus Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Bandung Barat, pun sebagai Penasihat Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara),” imbuh Dedi.
Di bidang olahraga, Aas dikenal sebagai salah satu pengurus KORMI Kabupaten Bandung Barat dan di bidang hukum ia adalah pengurus Kongres Advokat Indonesia.
Dedi mengatakan, sebagai Kepala Desa, Aas memiliki prestasi yang baik. Desa Cilame dibawah kepemimpinannya berhasil menunjukan prestasi 10 lomba tingkat provinsi dan 13 lomba di tingkat Bandung Barat, pada kurun waktu 2009 sampai 2022.
“Yang paling berkesan dalam kepemimpinan pa Aas sebagai Kades, adalah saat ia mendapat penghargaan dari Pemda Jabar dalam Program Desa Peradaban pada 2010. Tahun 2009 dan Tahun 2021 Desa Cilame juga menyabet pengharagaan Desa Sadar Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI,” ungkap Dedi.
Ia juga dikenal sebagai Kades yang meraih penghargaan Nonlitigation Peacemaker dari Menteri Hukum dan HAM pada tahun 2023.
Sementara itu pada helatan Pajak Award yang digelar Pemda Bandung Barat pada tahun 2023, Desa Cilame mendapat gelar Peraih Pajak PBB Terbaik.
“Prestasi tersebut tentu menjadi bekal dan memberikan gambaran bagaimana pa Aas bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mengemban jabatannya. Terlebih ia adalah putra daerah,” tukas Dedi.
Aas adalah produk tokoh masyarakat Bandung Barat yang lahir di Kampung Cibuntu, Desa Cilame, Kecamatan Bandung Barat.
Dedi juga mengungkapkan bahwa saat Aas remaja, dikenal masyarakat kampunngnya sebagai pribadi yang tenang, namun aktif dalam kegiatan pemuda di kampungnya. Tak heran sejak menjadi mahasiswa ia terus tumbuh berkembang menggali berbagai pengalama di sejumlah organisasi. (*)






