Walikota Cimahi, Ngatiyana ‘Amini’ Program KDM, Sapoe Sarebu

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Gagasan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM dengan nama Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, ‘diamini’ Walikota Cimahi, Ngatiyana.

Walikota yang merupakan pensiunan TNI itu, mendukung penuh program iuran seribu rupiah sebagai program gerakan sosial yanga dinilai bisa menunjang pembangunan khususnya untuk membantu masyarakat dengan ekonomi yang terbatas.

“Betul, saya mendukung. Yang penting ikhlas, walaupun seribu tapi bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Saya menyetujui dan sangat mendukung program bapak KDM tentang peduli seribu perak,” kata Ngatiyana, di Cimahi, Selasa (7/10).

Pria yang sempat jadi Wakil Walikota dan Pj Walikota di periode sebelumnya itu mengungkapkan, gerakan serupa pernah ia lakukan pada saat menjadi Ketua RW di Cimahi. Saat itu, setiap warga dalam RW diimbau untuk melakukan iuran sukarela sebesar Rp 500.

“Saya waktu Ketua RW 24 Cipageran pernah mengadakan yang namanya peduli 500 dimana itu secara ikhlas tidak dipaksa bagi mereka yang melaksanakan itu. Yang mana itu bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ungkapnya.

Namun, Ngatiyana belum membeberkan lebih teknis terkait penggalangan iuran Poe Ibu di Cimahi. Dia berencana akan menerapkan hal itu kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) terlebih dahulu.

“Kita realisasikan khusus ke ASN dulu. Kalau mau masyarakat seperti itu, mungkin di wilayah RW masing-masing untuk kepentingan RW masing-masing,” ujarnya.

Lebih jauh, Ngatiyana tidak akan menerapkan iuran seribu rupiah secara kaku dengan menarik iuran per hari.

“Tidak harus dipaksa setiap hari, seikhlasnya. Tidak harus setiap hari, kalau bisa lebih bagus,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, qGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meluncurkan gerakan ‘Rereongan Sapoe Sarebu’ atau Poe Ibu.

Poe Ibu memiliki makna sebagai gerakan partisipatif berbasis gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal “silih asah, silih asih, silih asuh”.

KDM meminta seluruh elemen masyarakat, baik ASN, pelajar dan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat menyisihkan uang seribu rupiah per hari.

Dana Rereongan Poe Ibu dikumpulkan melalui rekening khusus Bank BJB dengan format nama rekening Rereongan Poe Ibu, nama instansi/sekolah/unsur masyarakat.

Pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, dan pelaporan dana dilakukan oleh pengelola setempat yang bertanggung jawab penuh terhadap akuntabilitasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *