Tiga Kecamatan di KBB, Terancam Rawan Pangan

Tiga kecamatan di wilayah KBB terancam rawan pangan, setelah kemarau melanda kawasan Kecamatan, Saguling, Cihampelas dan Cililin. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Tiga wilayah Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat masuk kategori daerah rawan pangan imbas fenomena kekeringan panjang El Nino. Ketiga daerah tersebut meliputi Kecamatan Saguling, Cihampelas, dan Cililin.

Penetapan kerawanan pangan terhadap tiga daerah kecamatan tersebut berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang disusun oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat.

Peta tersebut disusun dari berbagai indikator ketahanan pangan mulai dari aspek ketersediaan, aspek akses pangan, serta aspek pemanfaatan pangan.

“Kita memiliki Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau (FSVA). Sudah ada data kerentanan tiap desa dan kecamatan. Nah kalau merujuk ini Saguling, Cihampelas, dan Cililin paling rawan,” kata Kepala DKPP Bandung Barat, Lukmanul Hakim, Rabu (27/09).

Untuk menanggulangi hal tersebut, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) berupa beras premium yang di simpan di Bulog telah disalurkan. Dengan rincian, 568 jiwa di Desa Saguling Kecamatan Saguling, 359 jiwa bagi warga Desa Cililin, dan 630 jiwa bagi warga Desa Singajaya, Cihampelas.

“Untuk mengatasi kerawanan pangan ini kita salurkan cadangan beras daerah yang disimpan di Bulog. Tiap orang warga dapat 6,3 kilogram,” ujarnya.

Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Bandung Barat yang di simpan di Bulog ada 10 ton beras. Jumlah tersebut telah disalurkan sebanyak 9,8 ton. Untuk mengatasi kerawanan pangan mengingat musim kemarau masih panjang, DKPP bakal menambah cadangan beras menjadi 20 ton.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan lagi 8 ton dan 12 ton. Jadi target cadangan kita 30 ton,” kata Lukmanul Hakim.

Selain menyalurkan cadangan beras daerah, DKPP ikut memberikan bantuan beras dari pemerintah pusat. Sasaran penerima bantuan ini memakai data milik Kemensos atau DTKS. Dengan jumlah sasaran 78.013 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Untuk di Kabupaten Bandung Barat menargetkan 78.013 KPM. Tahap pertama sudah disalurkan 79,44 persen atau 61.972 KPM. Nah tahap dua ini, sasarannya 16.041 KPM atau 21,56 persen,” ungkapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *