Sungai Cidadap Gununghalu Meluap, Rumah dan Pondok Pesantren Terendam

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Sedikitnya 5 rumah dan 1 pondok pesatren terendam banjir imbas meluapnya sungai Cidadap di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

“Betul kejadian banjir tadi sore akibat sungai Cidadap meluap. Ini karena hujan deras sejak siang hari,” jelas Camat Gununghalu, Hari Mustika

“Data awal ada 5 rumah terendam serta satu pondok pesantren. Kita masih lakukan inventarisasi, kemungkinan masih terus bertambah karena temen-temen di desa juga masih assessment,” imbuhnya.

Hari menjelaskan, intensitas hujan tinggi menjadi penyebab sungai tersebut meluap dan merendam pemukiman serta pesawahan warga, pada Sabtu sore (16/11).

Banjir bandang tersebut terjadi sekira pukul 16:00 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan deras dengan durasi panjang di wilayah Gununghalu sejak pukul 14:00 WIB. Imbasnya sungai Cidadap tidak mampu menampung debit air yng melebihi daya tampungya, sehingga meluap dan merendam pemukiman warga di bantaran sungai dengan ketinggian air setinggi 1,5 sampai 2 meter.

“Betul kejadian banjir tadi sore akibat sungai Cidadap meluap. Ini karena hujan deras sejak siang hari,” jelas Hari.

Dari asesmen yang dilakukan aparat kewilayahan, 5 rumah serta Pondok Pesantren Al Jihad di Kampung Pasanggrahan, RT 01 RW, Desa Sirnajaya terendam banjir.

Hari pun menjelaskan bahwa karakteristik banjir luapan sungai Cidadap memiliki arus deras dan membawa material lumpur. Meski begitu, banjir tersebut tak menggenang lama karena seiring hujan reda maka air ikut surut.

“Sekarang kondisinya mulai berangsur surut karena hujan mulai reda. Kita berdoa semoga tidak ada korban jiwa. Sekarang fokus evakuasi warga, besok pembersihan lumpur,” kata Hari Sabtu malam.

Berkaca dari peristiwa tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang bisa datang setiap saat apalagi saat ini telah masuk musim hujan.

“Untuk situasi cuaca seperti saat ini masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja. Potensinya bisa banjir, longsor, hingga angin puting beliung,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *