BANDUNGSATU.COM – Informasi terbaru banjir bandang imbas luapan Sungai Cidadap, di Kecamatan Gununghalu, Kab.Bandung Barat, tercatat 10 unit rumah dinas milik PTPN I Regional 2 Kebun Montaya, turut terkena dampak banjir yang terjadi pada Sabtu (16/11).
Hal itu disampaikan Komandan Regu Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, Suheri, Minggu (17/11), setelah melakukan asesmen.
“Keluarga yang terdampak bencana tersebut adalah Entis (54), warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kp. Legong Desa Sirnajaya dengan jumlah jiwa 4 orang, Ade Rasidi (58) warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kp. Legong Desa Sirnajaya, dengan jumlah jiwa 5 orang, Cepi (47), warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kp. Legong Desa Sirnajaya, dengan jumlah jiwa 4 orang, Yanto (48) warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kampung Legong Desa Sirnajaya,” kata Suheri.
Warga lain yang terdampak, kata Suheri, Atang (61) warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kp. Legong Desa Sirnajaya dengan jumlah jiwa 2 orang dan Unang (48) warga Blok Masjid RT. 003 RW. 005 Kp. Legong Desa Sirnajaya, dengan jumalah jiwa 4 orang.
“Selain merendam rumah para pegawai PTPN 1 Regional 2 Kebun Montaya, banjir juga merusak (Empat) Unit bangunan rumah dinas yang dalam keadaan kosong atau rusak,” imbuh Suheri.
Banjir pun menerjang 1 (Satu) Unit rumah milik warga (dipinggir bantaran sungai Cidadap), Rohim (69), warga Kampung Pasanggrahan RT. 001 RW. 001 Desa Sirnajaya yang berprofesi sebagai pedagang dengan jumlah jiwa terdampak 4 orang.
Suheri juga mengatakan bahwa banjir bandang tersebut terjadi imbas hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak pukul 14, Sabtu (16/11), sehingga air Sungai Cidadap meluap dan menyebabkan banjir bandang pada pukul 17.30 WIB.
Ia juga menerangkan bahwa selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum lainnya ikut terdampak. Di antara fasilitas umum tersebut antara lain, Masjid Al Istiqomah yang terendam air setinggi 50 cm dan Ponpes Al Jihad yang terendam dengan ketinggian kurang lebih 1 meter.
“Di Ponpes Al Jihad banjir merendam enam unit lokal kelas, satu unit Kantor satu gedung Madrasah, satu unit bangunan pondok putra. Pondok pesantren yang dipimpin oleh pak Ustadz Encep santri memiliki santri putra 90 orang dan putri 80 orang,” jelas Suheri.
Suheri juga menjelaskan bahwa sampai saat ini kerugian materil imbas bencana tersebut masih dalam pendataan.
“Sampai jelang tengah malam tadi banjir bandang yang sebelumnya merendam rumah rumah dinas PTPN dan rumah warga serta fasiltas umum sudah mulai surut. Namun debit air Sungai Cidadap masih tinggi dan arusnya sangat deras,” kata Suheri.
Atas peristiwa tersebut, pihak BPBD Bandung Barat sudah berkoordinasi dengan aparat setempat seperti, Koramil 0903 Gununghalu dan aparat kewilayahan untuk pengecekan kondisi lokasi bencana dan sekitarnya serta melakukan pendataan akan kebutuhan para korban terdampak banjir bandang.
“Hasil asesmen kami, di lokasi perlu adanya gerakan pembersihan material lumpur dan sampah yang berada di ruang kelas,” pungkas Suheri. (*)






