Siswa Keracunan MBG di Kota Cimahi Diduga Mengonsumsi Onigiri, Apel, Susu dan Telur

Walikota Cimahi, Ngatiyana memberikan keterangan kepada awak media. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Dari 43 korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibawa di rumah sakit, sebanyak 33 korban terdaftar di RSUD Cibabat, 5 korban lain masuk ke RS Mitra Kasih, dan 5 lainnya masuk ke RS Dustira. Hal tersebut disampaikan Walikota Cimahi, Ngatiyana, Kamis pagi (26/02).

Dari informasi yang dihimpun, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang dan sisanya masih menjalani perawatan maupun observasi di tiga rumah sakit tersebut.

Korban keracunan MBG didominasi oleh peserta didik mulai dari TK, SD, maupun SMP. Selain itu, satu guru dikonfirmasi ikut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG berupa onigiri, apel, susu, dan telur.

“Di RSUD cibabat, pasien yang masuk 33 orang yang dirawat 4 orang yang pulang 22 orang sekarang diobservasi 7 orang. Di Mitra Kasih ada 5 pasien, dirawat 3 dan 2 sudah pulang, di Dustira jumlahnya 5 dan 4 dirawat 1 pulang,” kata Ngatiyana.

Ia mengatakan, seluruh pasien yang diduga keracunan MBG dapat ditangani dengan baik. Pemkot Cimahi melalui dinas terkait akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan MBG.

“Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, observasi tetap dilakukan. Itu perkembangan saat ini,” ujarnya.

Ngatiyana juga menegaskan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekat 002 sebagai distributor MBG penyebab keracunan telah dihentikan sementara.

“Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu tidak boleh operasional,” tandasnya.

Dugaan keracunan MBG terjadi di Kota Cimahi pada Rabu (25/02). Sejumlah siswa dari berbagai sekolah dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga deman usai mengonsumsi MBG.

Rabu malam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati mengkonfirmasi ada 14 siswa dan 1 guru yang bergejala keracunan usia menyantap sajian MBG.

“Mereka masuk IGD di RSUD Cibabat 11 orang, Mitra Kasih ada 2 orang, dan Dustira 1 orang, semuanya tertangani,” kata Mulyati.

Di hari yang sama, Kepala SD Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati mengkonfirmasi adanya dugaan MBG basi yang diterima sekolah. Sumbernya dari sajian berupa onigiri yang sudah berbau tidak sedap.

“Jadi yang dibagikan ke siswa kami hari ini ada susu, apel, onigiri, kurma, sama telur. Memang Di onigiri itu pas saya cium sudah bau, kaya basi,” kata Eka Nugrahawati di RSUD Cibabat, Rabu malam.

Selain peserta didik, ia juga mengkonfirmasi ada satu guru yang turut mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG.

“Tadi dibagikan jam 8 atau jam 9, guru kan dapat juga, tadi ada satu guru kami juga yang bergejala,” ungkapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *