Puluhan Hektar Sawah dan Enam Rumah Rusak, Imbas Banjir Bandang di Cikalongwetan Minggu Sore

Tim BPBD KBB dan Camat Cikalongwetan meninjau langsung imbas kerusakan banjir bandang yang terjadi di wilayah Cikalongwetan, Minggu (07/01). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Enam rumah rusak berat dan puluhan hektar sawah terendam setelah 5 Desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kab.Bandung Barat diterjang banjir bandang dan longsor, Minggu sore (07/01).

Banjir merusak sawah dan rumah yang ada di Desa Wangunjaya, Desa Ganjasari, Desa Cipada, Desa Mandalasari, dan Desa Mandalamukti. Tidak hanya merusak rumah dan sawah, sejumlah fasilitas umum seperti Mesjid dan jalan pun terdampak.

Salah satu saksi mata warga Kp. Ciraja Mekar RT 01/14 Desa Mandalasari, Idad (47) mengatakan banjir bandang terjadi sesaat setelah sungai tertutup oleh dua titik longsor. Karena tidak bisa mengalir setelah tertimbun material longsor, sungai meluap dan menyapu 800 meter persegi sawah, dan merendam sekitar 5 Ha sawah lainnya di desa itu.

“Titik longsor di sini, tetap di sawah. Luas sawah yang tergerus 800 meter persegi. Sedangkan banjir bandang merendam sekitar 5 hektar sawah yang baru ditanam padi,” papar Idadm Senin (08/01)

Idad menuturkan banjir bandang menyusul longsor di dua titik tersebut terjadi pada Minggu sore (07/01) sekitar pukul 16.00. Ia menjelaskan sebelum banjir bandang terdengar gemuruh dan suara pohon yang patah. Ia pun kemudian menuju ke arah datangnya suara. Di sana ia lihat sawah seluas 800 meter ambrol material longsor yang disertai air pun menggerus pepohonan yang ada.

“Awalnya saya dengan suara gemuruh dan pohon patah. Pas dilihat ternyata longsor,” jelasnya.

Material longsoran yang menutup Sungai itu lah yang kemudian menjadi penyebab banjir bandang. Sawah yang baru ditanami sepekan lalu itu habis tersapu banjir, selain itu di dekat titik longsor sebuah mesjid dan sebuah rumah pun terendam.

“Material longsornya menutup sungai. Lama-lama meluap dan masuk ke sawah,” jelas Idad.

Sementara itu Camat Cikalongwetan, Dadang A Sapardan mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen terhadap areal yang terdampak banjir dan longsor. Informasi yang ia dapatkan sementara ini, ada 6 rumah rusak tergerus longsor. Para penghuni ke enam rmah tersebut saat ini sudah mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Longsor dan banjir bandang pun meluluh lantakan jalan milik Pemda KBB dan jalan desa. Tidak hanya itu, sejumlah lahan pertanian dan kolam ikan pun rusak imbas bencana tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk banjir, langsung surut pada sore kemarin. Kita masih mendata rumah-rumah dan fasilitas umum. Sementara yang tercatat ada 6 rumah,” kata Dadang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *