Politisi Milenial Ini Ajak Pelaku Wisata di KBB Terapkan CHSE agar Bisa Bangkit dari COVID

Anggota Komisi X DPR RI Rian Firmansyah saat Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/11/2020). Foto/Istimewa
Anggota Komisi X DPR RI Rian Firmansyah saat Sosialisasi
Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/11/2020). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Pelaksanaan protokol CHSE bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di KBB mutlak dilakukan agar bisa rebound dari keterpurukan kunjungan wisata akibat pandemi COVID-19.

“Pariwisata Bandung Barat bisa rebound asal semua pelaku pariwisata konsisten menerapkan standar protokol CHSE di tempat masing-masing,” kata Anggota Komisi X DPR RI Rian Firmansyah dalam Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Lembang, Selasa (3/11/2020).

Politisi milenial dari Partai NasDem ini menilai, protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) ini sekaligus mengakhiri perdebatan apakah prioritas COVID-19 ini di sektor kesehatan atau sektor ekonomi.

“Kita perlu memastikan roda
perekonomian masyarakat di sektor pariwisata terus berjalan. CHSE ini merupakan jalan tengah, agar sektor
kesehatan tetap terjaga dan roda ekonomi tetap berjalan beriringan,” sambungnya.

Sertifikasi CHSE ini, menurut dia, berfungsi sebagai jaminan dari pelaku usaha pariwisata untuk wisatawan dan masyarakat. Bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Sehingga para wisatawan yang datang berkunjung akan merasa nyaman dan aman dalam menikmati destinasi wisata. CHSE bisa menghindarkan dari rasa was-was, sehingga minat dan gairah masyarakat untuk berwisata kembali muncul. Serta menjadi pedoman wisatawan untuk menentukan destinasi wisata yang akan ditujunya.

“Pandemi membuat orientasi wisatawan dalam melakukan perjalanan mengalami
perubahan mindset. Tak hanya kebutuhan fasilitas pendukung saja, tetapi apakah destinasi wisata sudah berbasis CHSE menjadi pertimbangan penting,” kata legislator Dapil KBB dan Kabupaten Bandung ini.

Dia melihat sektor pariwisata bagi warga Bandung Barat merupakan urat nadi. Untuk itu dirinya mengajak semua pihak terutama para pemangku kepentingan untuk menjaga ekosistem kepariwisataan di Bandung Barat agar tetap terjaga. Serta berkolaborasi untuk membantu mempromosikannya.

“Tidak mungkin beban ini diberikan ke dinas pariwisata saja. Tetapi juga ada dukungan dari Kemenparekraf, khususnya terkait dengan bagaimana mempromosikan pariwisata, khususnya di era digital seperti saat ini,” ujarnya. (RZK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *