Pesan Khusus Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail Harus Mulai Alokasi Belanja Daerah Memprioritaskan Pembangunan Infrastruktur Dasar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Dalam momentum hari jadi ke-18 tahun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan pesan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia menekankan pentingnya pembenahan alokasi anggaran daerah yang lebih berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Dedi, belanja daerah selama ini cenderung belum optimal menyasar sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Karena itu Pemkab Bandung Barat harus mulai memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, irigasi, sarana pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Alokasi belanjanya harus mulai fokus kepada infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, sarana prasarana pendidikan dan sarana layanan kesehatan. Itu harus menjadi fokus utama,” ujar Dedi di Ngamprah, Kamis (19/06).

Dedi menjelaskan, sektor-sektor tersebut merupakan tulang punggung kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang masih didominasi oleh wilayah pedesaan dan kawasan penyangga kota.

Keterbatasan infrastruktur, menurut Dedi, kerap menjadi hambatan dalam pemerataan pembangunan. Kualitas layanan dasar publik di KBB masih perlu peningkatan yang signifikan. Seperti kondisi sekolah dan puskesmas yang belum merata dari sisi kualitas dan kelengkapan fasilitas.

“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak sekolah di bangunan yang rusak, atau warga harus menempuh belasan kilometer hanya untuk mendapat layanan kesehatan,” katanya.

Dedi menegaskan, anggaran pembangunan harus mencerminkan keberpihakan kepada warga. Ia meminta Bupati Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran untuk mengevaluasi struktur belanja daerah agar lebih efisien dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Jangan sampai APBD kita besar, tapi tidak terasa manfaatnya di bawah. Harus ada kejujuran dalam mengidentifikasi kebutuhan publik dan keberanian dalam mengeksekusi,” ujarnya.

Dedi juga menyinggung perlunya sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi dalam mengerjakan proyek-proyek strategis.

Ia menyatakan siap mendorong alokasi dana provinsi untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Bandung Barat yang berskala besar dan lintas wilayah.

“Ini kerja bareng. Tidak bisa hanya mengandalkan kabupaten. Jika ada kebutuhan jembatan penghubung antar kabupaten, atau jalan provinsi yang melewati wilayah Bandung Barat, tentu kita akan ikut terlibat,” ungkap Dedi.

Dengan perencanaan matang, menurut Dedi, Bandung Barat bisa menjadi daerah yang lebih maju dan setara dengan wilayah lain di Jawa Barat. Mengingat wilayah ini memiliki potensi ekonomi besar, termasuk dalam sektor wisata, energi, dan pertanian.

“Usia 18 itu sudah bukan anak-anak. Harus mulai berpikir strategis dan berpijak pada kekuatan lokal yang dimiliki,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *