‘Perang Bintang’ Pilkada KBB Semakin Seru, Masyarakat Harus Jeli Memilih

Mantan Sekda Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin menyerahkan berkas pencalonan ke DPC PKB KBB untuk ikut Pilkada 2024. Foto/Istimewa
Mantan Sekda Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin menyerahkan berkas pencalonan ke DPC PKB KBB untuk ikut Pilkada 2024. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pilkada KBB semakin bertabur birokrat setelah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Sodikin memastikan diri ikut mendaftar menjadi Balon Bupati.

Sebelumnya para mantan Pejabat Bandung Barat seperti Ernawan Natasaputra, Asep Ilyas, Apung Hadiat dan Hengki Kurniawan telah terlebih dahulu menyatakan maju dalam kontestasi Pilkada November mendatang itu, dan sudah daftar ke partai.

Asep Sodikin diketahui mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan diterima langsung Sekretaris DPC PKB KBB, Wendi Sukmawijaya pada Senin 29 Maret 2024.

“Benar pak Asep Sodikin mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati. Beliau termasuk dari 11 bakal calon yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran,” kata Wendi, Kamis (02/05)

Wendi menyebut, ada 16 orang yang mendaftar ke website sicakada.pkb.id yang sudah dibuka sejak 20 April 2024.

“Dari 16 orang yang mendaftar, ada 11 sudah mengambilkan formulir secara fisik,” sebutnya.

Orang terdekat Asep Sodikin, mengatakan mantan Sekda KBB ini serius maju di kontestasi Pilkada. Bukan hanya sekadar untuk meramaikan tapi memenangkan Pilkada.

“Beliau pernah diskusi dengan saya terkait rencananya maju di Pilkada sebelum Pilpres 2024 lalu. Tapi waktu itu belum diskusi dengan keluarganya, Alhamdulillah setelah niat itu disampaikannya mendapat dukungan penuh,” kata sumber yang tidak mau disebut namanya itu.

Sesaat selepas direstui keluarga untuk menjadi Balon Bupati, Asep Sodikin Senin pagi (29/03) mendaftar secara online. Siang harinya langsung datang ke PKB untuk mengembalikan fisik formulir pendaftaran.

“Beliau sangat serius untuk maju bukan hanya sekadar meramaikan tapi memenangkan Pilkada,” ujarnya.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa Asep Sodikin siap memajukan KBB, Terlebih sebagai mantan pejabat utama setelah Wakil Bupati, tentu banyak memberi pengaruh pada Kebijakan Pemimpin Bandung Barat pada saat ia menjabat.

“Sudah menjadi rahasia umum bagaimana kondisi KBB sekarang. Tentunya, pak Asep Sodikin yang besar dan membesarkan KBB sudah tahu bagaimana mengembalikan Bandung Barat ke track yang benar,” tegasnya.

Sebagai calon kuat untuk Bupati KBB yang diusung PKB dalam pilkada 2024, Asep telah dipanggil oleh ketua umum PKB Muhaimin Iskandar ke kantor DPP di jakarta, kemarin, Kamis (02/05).

Sementara itu Dalam Pilkada KBB 2024, yang paling ditunggu adalah Balon dari PKS. Dari informasi yang diperoleh Bandungsatu.com, yang digadang-gadang akan ditunjuk oleh DPP PKS adalah dua Balon Bupati, Aep Nurdin dan Didik Agus T.

Aep Nurdin adalah Anggota DPRD Jawa Barat yang memiliki track record baik dalam mengakomodir aspirasi masyarakat Bandung Barat, khususnya di KBB bagian Selatan. Sementara Dikdik dikenal sebagai orang yang concern terhadap kemajuan pendidikan dan kemajuan SDM.

Melihat para mantan pejabat yang ‘turun gunung’ ini, Divisi Humas Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, Mentari Kala Senja, mengatakan bahwa saat ini bisa disebut telah terjadi ‘Perang Bintang’ di Pilkada KBB.

Dengan munculnya mantan pejabat penting ini, justru membuat masyarakat semakin harus teliti membaca track record para mantan pejabat.

“Paling tidak, Siapa yang paling menonjol di antara mereka maka, itu yang bisa menjadi acuan,” kata Mentari.
Ia menyebut bahwa masyarakat bisa membandingkan dan merasakan dimana masa yang paling nyaman Diantara para pejabat tersebut.

“Tinggal bagaimana masyarakat bisa jeli membandingkan saat pejabat satu dan lainnya masih berada di lingkungan Pemda Bandung Barat, apa yang dirasakan? Nah tinggal ambil mana yang paling ada manfaatnya untuk warga,” tegas Mentari.

Resikonya, menurut Mentari, mantan pejabat yang bukan Wakil Bupati atau Bupati harus benar-benar mengenalkan kembali pada masyarakat soal track recordnya.

“Kalau sekelas mantan Sekda atau Kadis atau Kepala Lembaga Pemerintah, Setidaknya tetap harus kenalkan kembali ke masyarakat apa hasil kerjanya. Bagaimanapun yang paling lekat di memori masyarakat pasti mantan KBB 1 dan KBB 2,” pungkas Mentari.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *