Paslon HADE, Ketika Menjabat Bupati Banyak Prestasi yang Diraih Sebagai Tolak Ukur Masyarakat Mempercayainya untuk Menjadi Bupati dan Wakil KBB

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Lima Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, mengaku puas dengan Debat Cabub Cawabup ke dua. Para Paslon juga mengaku visi dan misi mereka tersampaikan dengan baik. Hal itu disampaikan ke lima Paslon usai mengikuti Debat Publik Cabup Cawabup di Hotel Novena, Lembang, Senin (18/11)

Pada para pewarta Calon Bupati dari Paslon Dilan, Didik Agus Triwiyono, mengaku sudah menyampaikan semua programnya yang mampu memperbaiki Bandung Barat dari keterpurukan. Ia berharap program tersebut bisa dinilai dengan baik oleh masyarakat Bandung Barat.

“Semoga masyarakat bisa menilai Pasangan Didik Gilang adalah pasangan yang siap untuk mebawa Bandung Barat yang lebih baik, Bandung Barat yang lebih maju,” kata Didik pada para pewarta usai acara Debat Publik.

Didik juga mengatakan bahwa problem keterpurukan Bandung Barat menurutnya adalah masalah mental, masalah mindset dan masalah kesejahteraan.
Pasangan Berjamaah Jeje Ismail pada pewarta, usai debat menyatakan bahwa soal ketenaga kerjaan menjadi isu yang krusial. Itulah sebabnya Paslon tersebut menitik beratkan paparan soal ketenaga kerjaan, karena sangat penting untuk ditangani di Bandung Barat.

“Perda Nomor 8 tahun 2019 itu terkait bagaimana perusahaan mengakomodir tenaga kerja lokal. Ini masayarakat belum banyak tahu. Oleh karenanya bila Allah mengijinkan dan masyarakat mengamankan akan pada kami, hal ini akan kami sosialiasakikan,” kata Jeje dan Asep Ismail.

Sementara itu Paslon HADE, mengatakan bahwa mereka berpegang pada prestasi yang sudah diraih saat Hengki Kurniawan menjabat menjadi Bupati Bandung Barat di dua tahun masa jabatannya. Hengki mengaku prestasi tersebut bisa menjadi tolok ukur masyarakat untuk memepercayainya kembali menjadi Bupati Bandung Barat bersama Ade Sudrajat, sebagai wakilnya.

“Alhamdulillah selama dua tahun kami menjabat, dua kali kami mendapat predikat WTP dari BPK RI, itu membuktikan bahwa kami bekerja secara transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Hengki.

Hengki pun mengkalarifikasi soal rotasi-mutasi yang dipansuskan sejumlah pihak. Ia mengaku bahwa pansus itu diinisiasi oleh mereka yang ingin menitipkan ‘orangnya’ pada rotmut, namun tidak diakomodir oleh pihaknya demi menjaga transparansi dan terciptanya good governance.

“Jadi rotasi mutasi itu kita memilih orang yang tepat, orang orang yang mau bekerja. Dan buktinya adalah kami mendapat 20 pernghargaan atas kerja-kerja kami,” jelas Hengki.

Setelah debat usai, Paslon Edun mengatakan pada pewarta bahwa meraka akan menciptakan kepemimpinan yang harmonis. Ia juga mengatakan bahwa Bupati dan wakil Bupati yang akan diciptakan nanti jika Edun terpilih, adalah mereka yang amanah dan jadi tauladan.

“Jika Edi dan Unjang jadi Bupati Wakil Bupati tidak akan menjadi beban masyarakat. Tugas kami berdua dan pejabat di KBB adalah melayani masyarakat di Bandung Barat,” jelas Edi Rusyandi.

Pasangan Calon Sundaya dan Asep Ilyas selepas debat usai mengatakan bahwa apa yang disampaikannya pada debat, adalah sebagai tolok ukur bahwa mereka bukan pasangan yang biasa, namun memiliki pengalaman yang cukup untuk mengelola pemerintahan.

“Debat ini menjadi tolok ukur bahwa kami bukanlah pasangan kaleng-kaleng. Artinya kami berdua, saya berpengalaman di legislatif dan beliau (Asep Ilyas, red) pengalaman di eksekutif, sudah tahu bagaimana harus mengelola Bandung Barat,” kata Sundaya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *