BANDUNGSATU.COM – Hengki Kurniawan akhirnya resmi menggandeng Partai NasDem untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam kontestasi Pilkada Serentak, 27 November mendatang. Hal itu terungkap dalam pertemuan ke dua partai tersebut di Lembang, Sabtu (10/08).
Hengki Kurniawan resmi menjadi calon Bupati dari PDIP dengan pendampingnya sebagai calon Wakil Bupati dari Partai NasDem, Ade Sudrajat Usman.
Pada pertemuan tersebut Ketua DPC PDIP KBB, Ida Widaningsih, mengucapkan terima kasih pada Hengki yang sudah membangun komunikasi dengan Partai NasDem sehingga akhirnya bisa melaju pada Pilkada KBB. Ida juga berterima kasih pada Partai NasDem yang sudah memberikan kepercayaan untuk berkoalisi dengan PDIP.
”Kami berterima kasih pada Partai NasDem yang sudah memberikan kepercayaan pada PDI Perjuangan, melalui bapak Hengki Kurniawan, menjadi calon Bupati Bandung Barat dan Wakilnya bapak Haji Ade Sudrajat. Mudah-mudahan hari ini adalah langkah kemenangan untuk PDI Perjuangan dan NasDem,” kata Ida.
Melajunya PDIP tidak terlepas dari penambahan kursi yang diberikan Nasdem. Seperti diketahui bahwa syarat untuk mengajukan Calon Bupati adalah perolehan 20 persen kursi di DPRD, yaitu sebanyak 10 kursi.
Dengan raihan yang sama, 5 kursi, maka koalisi PDIP dan Nasdem sudah memenuhi syarat 10 kursi untuk melaju di Pilkada November mendatang.
”Hari ini kia B1KWK kita laporakan ke DPD Jabar, untuk kemudian oleh DPD nanti akan menyampaikan ke DPP,” imbuh Ida.
Ida juga mengatakan setelah kesepakatan tersebut, kata Ida, pihaknya adakan melakukan konsolidasi internal kedua partai. Setelah konsolidasi, kedua partai akan segera menggelar deklarasi.
Di tempat yang sama Hengki Kurniawan mengucapakan terima kasih pada Ketua Umum Partai Nasdem Surya paloh dan Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa dan jajaran yang sudah memberikan kepercayaan padanya.
”Alhamdulillah hari ini kami menerima B1KWK, yang merupakan rekomendasi resmi dari Partai NasDem yang ditanda tangani Ketua Umum yang jadi syarat nanti buat kami, mendaftar di KPU secara resmi. Tanpa B1KWK, kami tidak bisa ikut Pilkada,” jelas Hengki.
Hengki juga mengatakan, ia sangat mengapreasiasi Partai NasDem yang sejak dulu menjadi partner politik yang saling memahami dan memiliki visi yang sama sehingga bisa sama-sama membangun kepercayaan.
”Kalau Flashback di 2018, partai pertama yang memberikan rekomendasi adalah Partai Nasdem, pada kami dulu pasangan Aa Umbara dan Hengki Kurniawan, dan hari ini juga kembali Partai NasDem memberikan kepercayaan pada kami, mudah-mudahan kemenangan ini bisa, berulang kembali,” tegas Hengki.
Hengki juga menjelaskan bahwa ia bersama Ade Sudrajat memiliki program yang jelas, yaitu membangun visi, KBB ekonomi kuat 2030. Sehingga, program-program yang diketengahkan akan lebih kepada menjawab bagaimana mensejahterakan rakyat dan juga membangun infrastruktur yang baik.
”Untuk mengejar target KBB ekonomi kuat 2030, di tahun pertama yang kami kerjakan adalah, insya Allah, bila kita diberikan takdir menang, yang kita kerjaka di 2025 sampai 2028 adalah bagaiaman infrastruktur di Bandung Barat dikerjakan secara menyeluruh. Bagaimana mengurai kemacetan di Cimareme, itu sudah ada strategi yang akan kita lakukan,” jelas Hengki.
Sementara itu Ketua DPD Partai Nasdem Bandung Barat Deni Nugraha mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan strategi kemenangan dan akan dibedah bersama Ketua DPC PDIP KBB. Namun ia sendiri mengatakan strategi tersebut tidak bisa ia ungkap saat ini.
”Nanti strategi itu akan kami sampaikan bersama ibu Ketua, karena ini kerja bersama, tentunya tidak bisa disampaikan sekarang, nanti yang sebelah ngeliat kita. Wah udah tajam katanya,” kata Deni berseloroh.
Dalam pertemuan tersebut, kesepakatan diformalkan dalam satu surat kesepakatan resmi yang ditandatangani ke dua belah pihak. Disebut dalam piagam kesepakatan tersebut bahwa kedua partai bersama sama menyatukan tekad untuk membentuk Koalisi Bandung Barat ‘HEBAT’.
”Bahwa kami Partai PDIP KBB dan Partai NasDem KBB telah menyatukan tekad, tujuan dan langkah perjuangan dengan membentuk “Koalisi Bandung Barat HEBAT”, koalisi ini dibentuk sebagai rasa tanggungjawab untuk memastikan kesinambungan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat yang dimulai sejak pemekaran Kab. Bandung Barat. Setiap lima tahun sekali Masyarakat Bandung Barat berkepentingan untuk ikut menentukan arah Pembangunan. Berikutnya dalam rangka mewujudkan cita-cita pemekaran Kab. Bandung Barat, yaitu Masyarakat Sejahtera, adil dan Makmur, koalisi Bandung Barat Hebat dalam kesempatan ini mengambil langkah untuk mempersiapan calon pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Bandung Barat,” tulis kesepakatan tersebut.
Dalam piagam kesepakatan itu disebut pula bahwa kedua partai sepakat merumuskan langkah perjuangan untuk pemenangan kepala daerah. Dan dalam wakrtu dekat akan segra mengumumkan pasangan calon tersbut dalam sebuah deklarasi.
”Bahwa kami akan berkonsolidasi, merumuskan langkah perjuangan dalam rangka pemenangan pemilihan bupati dan wakil bupati Kab. Bandung Barat. Bahwa kami dalam waktu yang tepat akan mengumumkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kami usung setelah disetujui/mendapatkan surat rekomendasi definitif dari Dewan Pimpinan Pusat Partai masing- masing,” ungkap piagam kesepakatan itu. (*)






