BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Para Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna di Kecamatan Lembang dikumpulkan diduga oleh salah satu Tim Sukses Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ikut kontestasi di Pilkada KBB.
Isu dikumpulkannya seluruh Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna digagas oleh Timses Paslon Pilkada no. 2, Pasangan Jeje Ismail- Asep Ismail.
Para Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna dikumpulkan, tidak lain untuk mensukseskan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusungnya
Menurut salah satu Perangkat Desa di Lembang, yang tidak mau disebut namanya, ada dugaan mulai terjadi money politik. Karena para Kepala Desa diajak untuk menjadi penggalang massa untuk menggiring masyarakat ke salah satu Paslon. Dan diiming iming bila menang nanti pihak Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna akan mendapat bantuan keuangan dan program bila paslonnya menang di Pilkada KBB dan akan diberi dana operasional ketika kampanye.
”Ya kita dikumpulkan diming-iming bantuan saat nanti yang bersangkutan terpilih, dan diberi dana operasional penggalangan massa dalam kampanye” kata sumber yang tidak mau disebut namanya.
”Kami resah dan jadi tidak tenang dalam beraktifitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi mengingatkan kepada 165 Kepala Desa di wilayahnya untuk senantiasa menjaga netralitas dalam Pilkada Bandung Barat.
Selain itu, ia juga meminta, 165 kades untuk tidak terjun di politik praktis pada kontestasi Pilkada Bandung Barat.
“Pentingnya sikap netral kepala desa dan perangkat desa dalam menghadapi pesta demokrasi ini. Selain itu mereka tidak boleh mendukung salah satu calon,” imbaunya.
Ia mengatakan, jika ditemukan pelanggaran yang menyangkut netralitas Kepala Desa. Pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
“Jika ada temuan mengenai netralitas Kepala Desa, kami (DPMD) bakal berkoordinasi dengan Bawaslu,” jelasnya.
Apakah ada kaitannya dengan dikumpulkannya Perangkat Desa tersebut, atau tidak, di Instagaram juga mencuat isu akun salah satu Desa di Bandung Barat diduga memberikan komentar dengan diksi yang seolah mendukung salah satu postingan medsos pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang sedang ‘bertarung’ di Pilkada KBB.
Akun yang diduga membuat komentar dengan nada yang seakan mendukung pasangan Cabup Cawabup itu adalah akun @desakubaranangsiang yang berkomentar di akun medsos @ritchieismail tiga hari lalu.
“Desa baranangsiang mendukung penuh MAJU BERJAMAAH Gaskeun!,” tulis akun tersebut.
Tangkapan layar dukungan akun instagram yang diduga milik Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat itu pun viral di berbagai grup whatsapp.
Namun setelah media ramai memberitakan isu tersebut, pada Rabu malam (09/10), sekira pukul 19.00 postingan komen tersebut sudah dihapus. Tidak hanya posting komen yang dihapus, akun @desakubaranangsiang pun langsung ’menghilang.’
Menyikapi viralnya isu ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu, Bandung Barat, Riza Nasrul Falah Sopandi, membenarkan adanya laporan bahwa desa dimaksud dalam komentarnya memberikan dukungan salah satu desa melalui platfrom Instagram.
Riza pun menegaskan pihaknya akan melakukan pendalaman terkait dukungan kepada salah satu paslon di Pilkada Bandung Barat, tersebut.
“Untuk akun medsos kita akan lakukan penelusuran apakah akun tersebut akun resmi dari pemdes atau bukan,” ujar Riza, Rabu (09/10).
Riza pun dengan tegas mengatakan, soal netralitas Kepala Desa tersebut sudah jelas tercantum dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2024. Bila ditemukan unsur pelanggaran, maka akan dilakukan penelusuran.
“Kalau untuk subjek hukum Kepala Desa, Sekdes dan Perangkat Desa (teknis dan kewilayahan) eksplisit jelas harus netral. Karena itu kita akan lakukan kajian pada informasi awal untuk digali keterangan dan penelusuran,” tegas Riza.
Dukung-mendukung aparat kewilayahan juga diduga beredar juga di akun medsos Maya Ekawati yang diduga istri Camat Lembang membuat postingan dengan isyarat ajakan kepada para anggota grup medsos untuk memilih salah satu paslon.
”Hirup kudu hade ka batur lamun hayang ku Allah di berdayakeun sagala rupina mung inget ulah di edun keun hungkul lamun teu berjamaah mah Bandung Barat moal laksana kemajuan na. Well ah, ngiring guyon,” tulis Maya. (*)






