P4KBB Kritisi Pemotongan Dana OPD untuk Lanjutkan Pembangunan Gedung DPRD

Ketua Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) Yakub Anwar Lewi mengkritisi rencana penyesaian pembangunan gedung DPRD KBB yang dinilai tidak prioritas karena masih pandemi Covid-19. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Rencana penggunaan dana OPD sebesar 35 persen untuk melanjutkan pembangunan Gedung DPRD dikritisi  Ketua Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) Yakub Anwar Lewi.

Dia memandang rencana tersbut tidak etis di tengah, pemerintah yang masih dihadapkan pada persoalan dampak ekonomi dan Kesehatan imbas pandemi Covid-19.

“Saya menyarankan rencana Pemkab Bandung Barat untuk melanjutkan proyek pembangunan gedung DPRD KBB di akhir tahun ini, lebih baik ditunda dulu. Apalagi informasi yang saya terima, anggarannya berasal dari pengurangan atau pemotongan dari setiap OPD sebesar 35%,” ucapnya.

Yakub menegaskan, anggaran yang direncanakan sebesar Rp49 miliar sebaiknya digunakan untuk menggelar program perbaikan ekonomi, ketimbang untuk melanjutkan pembangunan Gedung DPRD KBB yang bisa jadi akan melukai hati masyarakat.

“Anggaran yang dibutuhkan cukup besar, yakni mencapai Rp49 miliar. Mungkin anggaran sebesar itu akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk menggulirkan program pemulihan ekonomi rakyat. Tapi jika pemerintah keukeuh, akan mencederai hati rakyat. Ketika nanti diresmikan tak akan membuat rakyat bahagia,” sambungnya.

Yakub mengatakan, pihaknya bukan tidak setuju kelanjutan pembangunan Gedung DPRD, ia hanya menginginkan pembangunannya ditunda, itu tidak lama, sampai situasi lebih baik dan memungkinkan.

Di sisi lain, Yakub pun mengapreasisasi berbagai upaya  yang sudah maupun sedang berjalan oleh Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, seperti vaksinasi Covid-19.

“Vaksinasi yang gencar patut mendapat apresiasi. Bagi kami itu langkah bagus, tapi jika tetap memaksakan untuk melanjutkan pembangunan gedung DPRD tahun ini, jelas kami tidak setuju” tandasnya.

Belum pulihnya perekonomian, lanjut Yakub, terlihat saat P4KBB membagikan 200 paket sembako bagi warga Cilame, Bunisari, Cimerang dan Permata  yang terdampak pandemi Covid-19.

Harusnya, lanjut Yakub, sesuai jadwal paket sembako baru akan dibagikan pukul 14.00 WIB. Namun warga sudah berdatangan sekitar pukul 12.30 WIB. Ditegaskannya, paket sembako  yang dibagikan berasal dari Pemprov Jabar yang bekerja sama dengan  P4KBB.

“Warga sudah pada datang pukul 12.30 WIB. Mencegah terjadi kerumunan, terpaksa kita bagikan lebih awal. Ini menunjukkan rakyat sangat membutuhkan bantuan atau ukuran tangan,” tandasnya. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *