Memperingati Hari Jadi PKB ke 27 di Kabupaten Bandung, Para Pengurus Mengadakan Kegiatan Bedah Rumah Serentak

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Memperingati Hari Lahir  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-27, Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang berasal dari PKB, Renie Rahayu Fauzi, memimpin kegiatan bedah rumah tidak layak huni milik Bapak Endang di Kampung Gurudug RT 04/RW 11, Desa Cipaku, Kecamatan Paseh.

Renie mengatakan, kegiatan ini bagian dari program bedah rumah serentak yang dilakukan di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung oleh Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung.

Ia menegaskan, anggaran untuk bedah rumah ini berasal dari sumbangan pribadi para anggota DPRD dari Fraksi PKB, baik anggota Fraksi PKB Provinsi maupun Kabupaten Bandung.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PKB terhadap masyarakat Kabupaten Bandung. Kami berharap bedah rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup Bapak Endang dan keluarganya,” ungkap Renie Rahayu.

Endang, penerima manfaat program ini, tampak haru dan tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan seperti ini. Terima kasih banyak kepada Ibu Renie Rahayu dan seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu semua,” kata Endang dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Renie, kegiatan bedah rumah ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan komitmen PKB dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Kami berharap kegiatan bedah rumah ini bermanfaat untuk masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai bentuk sinergi dan kontribusi kami untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Bandung,” jelas Renie.

Kehadiran Renie Rahayu dan anggota Fraksi PKB lainnya dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata PKB terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Renie pun menyatakan, pihaknya siap mengawal rencana Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk menyelesaikan 10 ribu rumah tidak layak huni dalam tiga tahun ke depan.

“Kami seluruh anggota Fraksi PKB dan juga legislatif siap mengawal program perbaikan rutilahu ini. Kami optimistis dengan kolaborasi dan kekompakan, masalah rutilahu ini dapat segera kita selesaikan,” pungkas Renie. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *