Lembang Terancam Darurat Sampah, Setelah TPS Ilegal Bermunculan di Beberapa Titik, Pemda KBB Tutup Mata

Sampah yang menumpuk di dekat RSUD Lembang KBB, yang dibuang diduga oleh masyarakat tersebut menjadi tempat pembuangan sampah akhir, Selasa (07/01). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Di tengah ramainya isu soal TPS ilegal, onggokan sampah ditemukan di lahan kosong RW02 Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sampah yang menumpuk tersebut sepertinya luput dari perhatian dan pengawasan aparat setempat.

Sampah yang teronggok di lahan kosong tersebut berlokasi tebing puluhan meter, yang terdiri dari sampah domestik atau rumah tangga. Bau sampah menyeruak ke seluruh kawasan yang tak jauh dari Jalan Raya Lembang dan pemukiman warga.

Lokasi tumpukan sampah liar ini juga tak jauh dari TPS yang beberapa waktu lalu disegel oleh Pemkab Bandung Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dan ditemukan lagi TPS Ilegal dekat yang tidak milik jauh dari PT. Tras Bumi Nusantara, TPS ilegal ini dikelola oleh koperasi dari Kota Bandung, sampah yang dibuang sudah mengeluarkan bau busuk, belatung dan air lindinya mengalir ke saluran air.

Keberadaannya tepat di bawah RSUD Lembang. Yang disayangkan adalah tidak adanya pengawasan dan perhatian Pemerintah Daerah Bandung Barat.

Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana mengungkapkan kondisi tumpukan sampah liar di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Ia tak menampik sampah-sampah ini dibuang oleh masyarakat. Namun dirinya tak mengetahui warga mana yang membuang sampah di lokasi yang sudah seperti tempat pembuangan sementara (TPS) tersebut.

“Iya sampah yang ada di sana sudah sejak lama. Dibuang oleh warga tapi tidak tahu warga mana,” kata Agus Karyana, Selasa (07/01).

Agus pun menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri asal muasal sampah. Langkah yang akan dilakukannya adalah, segera mengundang para rukun warga (RW), untuk memastikan siapa warga membuang sampah. Agus juga mengingatkan kepada warga agar tidak membuang sampah ke lokasi tersebut

“Nanti kami akan melakukan penataan kawasan (pembersihan sampah liar). Apalagi memang sudah ada komplain dari warga sekitar,” katanya.

Sementara itu salah seorang warga, Udjang Nurdjaman (47) mengaku risih dengan adanya tumpukan sampah tersebut. Namun ia tak berani komplain terhadap aparatur Desa, karena mengetahui yang membuang sampah di lokasi itu adalah warga.

“Memang betul sudah lama, saya kan setiap hari lewati jalan ini jadi tahu. Harapannya agar segera dibersihkan. Tapi katanya pemilik lahan sudah meminta warga agar sampah ini segera dibawa (dibuang) karena tempatnya mau dibangun rumah,” kata Ujang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *