Kisruh Rotasi Mutasi DPRD Harus Minta Penjelasan Hengki, Jika Tak Dilibatkan TPK Harus Jujur

Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. Foto/Dok.Humas

BANDUNGSATU.COM – Kemelut rotasi mutasi eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir. Terakhir pihak inspektorat akan memanggil ASN yang terlibat dalam rotasi mutasi tersebut.

Langkah Inspektorat yang akan memanggil pihak yang terlibat dalam rotasi mutasi itu sudah tepat. Namun itu tidak cukup karena polemik rotasi mutasi itu telah menjadi bola liar bahkan dikabarkan ada ASN yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.

Tokoh pemekaran KBB Asep Suhardi mendesak DPRD KBB untuk membentuk panitia khusus (Pansus). Pasalnya ada dugaan terjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada proses mutasi, rotasi dan promosi pejabat tersebut.

“Mutasi, rotasi, dan promosi pejabat eselon 3 dan 4 semakin gaduh karena ada yang menduga terjadi perputaran uang. Untuk itu DPRD KBB harus berani bersikap menjalankan kewenangannya dengan membentuk Pansus,” tegasnya, Selasa (28/2/2023).

Menurutnya, DPRD bisa mengambil sikap dengan membentuk panitia khusus (Pansus) atau mengunakan hak bertanya kepada Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. Bahkan bila perlu membuat tim pencari pakta yang independen supaya persoalan ini cepat selesai.

Andaikan persoalan ini tidak diselesaikan dan hanya dianggap angin lalu maka akan menimbulkan kecurigaan di mata masyarakat. Jangan-jangan dugaan selama ini bahwa dalam rotasi mutasi terjadi praktik transaksional benar adanya.

“Makanya itu harus diselesaikan. Jika tidak akan berimbas pada open bidding sekda yang sedang berjalan dan pastinya dianggap formalitas dan penuh dengan tudingan miring,” ucapnya.

Tim Penilai Kinerja Harus Ikut Tanggung Jawab

Polemik rotasi mutasi tersebut juga salah satunya terjadi tidak lepas karena kontribusi pejabat sebelumnya. Dalam hal ini mantan Sekda KBB Asep Sodikin dan mantan Kepala BKPSDM KBB Asep Ilyas. Sehingga mereka juga harus ikut tanggung jawab dan bicara ke publik.

Oleh sebab itu, dia juga meminta DPRD KBB untuk mengundang Tim Penilai Kinerja (TPK) atau Baperjakat KBB yang memproses mutasi, rotasi, dan promosi pejabat eselon 3 dan 4 tersebut

“Bila perlu hadirkan mantan Sekda KBB Asep Sodikin dan mantan Kepala BKPSDM KBB Asep Ilyas. Minta penjelasan kepada keduanya, kenapa sampai terjadi kegaduhan ini. Kalau misalnya mereka tidak dilibatkan, ya sampaikan ke publik agar semua tahu, siapa dalang dari kekisruhan ini,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *