BANDUNGSATU.COM – Di masa tenang untuk menghadapi hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024 KBB yang akan dilaksanakan pada Rabu (27/11), di Kampung Cibogo Desa Cibogo,Kecamatan Lembang terjadi pembagian uang buat warga.
Uang dibagikan oleh kader PKK Desa Cibogo berinisial K. Peristiwa tersebut menurut saksi dilakukan oleh Kader Desa Cibogo sekitar pukul.14.30 WIB Selasa (25/11)
Amplop tersebut dibagikan setelah rapat kader, menurut salah satu kader dan sempat ikut rapat di kantor Desa Cibogo.
Setelah ia pulang, pasca rapat bubar, ia mendapat info di rumah tim sukses Pasangan Nomor 2 atau Paslon Berjamaah, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jeje Ismail dan Asep Ismail berinisial K, salah seorang kader di Desa Cibogo berkumpul dan menerima amplop warna putih yang berisi uang 50 ribu rupiah.
Amplop tersebut diperlihatkan kader Desa Cibogo kekader lain yang tidak mau disebut namanya, di depan rumahnya dengan menunjukan amplop yang kurang lebih 50 lembar. Ia sempat bercanda menanyakan jatah buat dirinya, namun K menjawab bahwa ia akan melihat dulu daftarnya.
Sementara itu, seorang warga Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang, X, mendapat info dari rekannya yang mendata warga untuk dibagi uang asal mendukung Paslon nomor 2.
“Saur na mah teu bagi bagi amplop mung nga data hungkul. Sapertos rerencangan abi parantos nampi 200,” kata X, yang meminta Bandungsatu.com merahasiakan namanya.
“Mung sakitu kitu na obrolan abdi sareng rerencangan mah pak,” imbuhnya.
Selain di Kampung Cibogo, Desa Cibogo Lembang, di Kampung Panyairan Parongpong dan di Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang, bagi bagi amplop yang berisi uang dibagikan pula oleh salah seorang kader PKK Desa ke warga untuk mendukung Paslon Berjamaah, Calon Bupati dan wakil Bupati, kabupaten Bandung Barat, Jeje Ismail dan Asep Ismail.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat ketika menggelar apel siaga pengawasan tahapan masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2024.
Dalam apel siaga yang digelar Sabtu, (23/11) tersebut, “Bergerak Serentak Awasi Pemilihan di Bandung Barat,” menjadi tema dan Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu menjadi tag line pada acara tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, Riza mengatakan ada delapan katergori yang menjadi pengawasan pihaknya. Delapan kategori itu diantaranya adalah netaralitas ASN, TNI dan POLRI yang dalam Undang-Undang dilarang ikut berpolitik.
“Yang cukup krusial juga adalah soal kampanye di Medsos di masa tenang ini. Kami sudah mengimbau kepada para calon agar menutup akun medsos yang sudah didaftarkan ke KPU sebagai sarana kampanye,” kata Riza.
“Per nanti malam, pukul 00.00 Waktu Indonesia Bagian Barat sudah tidak ada lagi aktifitas kampanye yang dilakukan pasangan calon dalam bentuk apapun,” imbuh Riza.
Riza.
Riza sendiri mengatakan pihaknya akan rutin mengadakan patroli siber dan pengawasan money politic para Paslon. Selain itu akan terus menerima aduan selama 24 jam pada masa tenang ini.
“Yang di media sosial, sebenarnya banyak akun anonim sih, tapi tetap kita catat sebagai bahan temuan. Saat ini juga berbeda dengan masa Pemilu Legislatif karena ternyata banyak yang masuk itu dari laporan ketimbang temuan,” jelas Riza.
Ia juga mengatakan dari sejumlah laporan yang masuk semua sudah ditangani hanya saja soal keputusan apa sanksi yang akan dijatuhkan, hal tersebut tidak ada di ranah Bawaslu, melain kan di Komisi Pemilihan Umum.
“Untuk sanksi bukan di ranah kami. Tapi di tangan KPU. Intinya pada masa tenang ini tidak ada satupun Paslon yang berkampanye. Dalam bentuk apa pun,” pungkas Riza. (*)






