BANDUNGSATU.COM – Inovasi jadi kata kunci pembangunan dan pengembangan wisata di Bandung Barat. Dengan adanya inovasi, diakui Hengki Kurniawan, wisatawan tidak akan bosan datang ke Bandung Barat.
Hal itu ia jelaskan, saat berkunjung ke Bobocabin yang berada di Sukawana, Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong, Bandung Barat, Jumat (13/09).
”Utamanya memang harus ada inovasi dan kebaruan-kebaruan wisata di bandung Barat agar menjadi alternatif bagi wisatawan asal Jakarta, maupun Jawa Barat. Selain itu kami berharap objek wisata di KBB bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,” kata Hengki.
Pada para pelaku wisata maupun wisata kuliner, Hengki terus memberi support dengan mempromosikan secara gratis, melalui sosial media dengan harapan dampak PAD-nya juga dirasakan masyarakat. PAD-nya juga meningkat, yang bisa kita gunakan untuk perbaikan infrastruktur dan sebagainya,” jelas Hengki.
Hengki sendiri mengapresiasi Bobocabin yang dibaut berdasar survei bahwa generasi milenial saat ini kurang tidur, sehingga terciptalah ide untuk membuat tempat menginap di alam yang menjadi tempat healing sebenarnya.
”ini barang kali yang ke dua atau ke tiga di Bandung Barat, tenpatnya tapi baru. Pemandangannya bagus sekali. Ini sangat cocok untuk melepas penat dengan mendapatkan udara yang sejuk dan sehat. Saya rekomendasikan untuk menginap di Bandung Barat,” ungkap Hengki.
Sementara itu, Projek Manager Eiger Camp, Fathoni, mengatakan bahwa melalui risetnya, ia mendapatkan data bahwa milenial saat ini punya kencenderungan untuk lebih banyak berwisata di tengah alam yang sejuk ketimbang hingar bingarnya kota.
”Selepas Covid -19 yang dulu wisata banyak dilakukan di kota-kota, di gedung di hotel. Saat ini mulai bergeser ke alam. Jadi, wisata-wisata yang sekarang ini sangat mendukung untuk alam yang terbuka,” kata Fathoni.
Ia mengatakan, wisata yang berada di 2 hektar lahan dengan menempati 50 hektar Eiger Camp ini memiliki view 360 derajat untuk 35 cabinnya, sehingga bisa melihat pemandangan yang indah di segala situasi
”Jadi ke depan bisa melihat city light Kota Bandung pada malam hari, di kiri ada Tangkuban Parahu dan di kanan pemadangan Gunung Burangrang,” jelas Fathoni.
Ia juga mengatakan bahwa selain ada Bobocabin, di Eiger Camp, ada juga track untuk olahraga lari lintas alam yang dikenal dengan trail run, bersepeda dan juga hiking, sehingga objek wisata tersebut bisa menampung para penghobi olahraga alam.
”Di sini kami sudah sering mengadakan event besar. Salah satunya yang barus aja selesai adalah Bandung Trail Run,” kata Fathoni. (*)






