Geger, Pilkades Sukatani Diwarnai Serangan Fajar Politik Uang dari Salah Satu Calon

Warga yang diduga melakukan money politic jelang pencoblosan Pilkades di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar hari ini, Minggu (28/11/2021) dibuat geger dengan ditemukannya dugaan money politik yang dilakukan oleh salah satu calon.

Kejadian menghebohkan tersebut terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamrah. Bahkan video yang menunjukkan tertangkap basahnya warga pendukung salah satu calon kades tersebut viral di sejumlah WhatsApps grup.

Tampak dalam video tersebut seorang pria sedang diinterogasi oleh petugas kepolisian dan sejumlah unsur masyarakat lainnya. Sementara pria tersebut menghitung puluhan amplop berisi uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000, yang sudah dimasukkan dalam amplop dan yang belum.

Ketika ditanya oleh petugas, pria tersebut mengakui jika sudah memberikan sebagian amplo berisi uang Rp30.000 kepada sejumlah warga. Terkait darimana uang tersebut, pria itu menyinggung-nyinggung calon kades nomor tiga.

Dikonfirmasikan hal ini Pengawas Pilkades Tingkat Kecamatan di bawah komando Camat Ngamprah, Agenes Virganty membenarkan adanya dugaan politik uang tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya kasus itu terjadi di RT 03/07 Desa Sukatani.

“Memang kami menerima informasi itu Sabtu (27/11) malam dan dari fungsi pengawasan kecamatan sudah hadir di lokasi bersama Polsek dan Koramil,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (28/11/2021).

Terkait dugaan politik uang jelang pencoblosan itu, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan untuk sanksi pelanggarannya. Kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian jiga terbukti ada unsur pidananya. Namun saat ini masih mengusung asas praduga tidak bersalah.

“Kasus politik uang ini bukan kewenangan dari kecamatan (pengawas), beda dengan pemilu atau pilkada. Tapi masuknya ke pidana dan itu ranahnya di kepolisian,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan. Apakah warga itu ada yang menyuruh atau inisiatif sendiri. Sementara terkait pelaksanaan Pilkades di Desa Sukatani tetap berjalan dengan diikuti oleh empat calon.

“Tahapan Pilkades tetap berjalan dan semoga berjalan aman dan lancar, khususnya di Ngamprah. Karena kemarin kita dah deklarasi bersama jangan ada black campaign, money politik, siap menang dan siap kalah,” tandasnya. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *