BANDUNGSATU.COM – Di tengah tantangan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hingga kini belum berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian PPPA, inisiatif masyarakat dan pendidik justru mengambil peran aktif di garis depan.
Sebanyak 2.753 anak usia dini dari 98 lembaga PAUD/TK/RA se-KBB bergemuruh memadati Kompleks Perkantoran Pemda Bandung Barat dalam acara puncak Gebyar Tunas Siliwangi 2026, Kamis (10/09)
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai panggung aksi nyata untuk mendesak sekaligus membantu percepatan pemenuhan hak-hak anak di Bandung Barat. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Shindy Diah Ayu Lestari, S.IP, M.Hub.Int, Asisten Daerah I Setda KBB mewakili Pj. Bupati, perwakilan Dinas Pendidikan KBB, Badan Kesbangpol KBB, serta jajaran Steering Committee Tunas Siliwangi.
Aturan menegaskan bahwa pemenuhan hak anak, mulai dari hak perlindungan, edukasi karakter, hingga ruang tumbuh kembang yang aman, adalah kewajiban bersama yang diatur dalam Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik-Integratif dan Perda Jabar No. 5 Tahun 2017.
Guna menjawab tantangan tersebut, Gebyar Tunas Siliwangi 2026 menghadirkan dua kategori lomba inovatif berbasis edukasi dan karakter, yaitu Lomba Karaoke Lagu Kebangsaan & Daerah via TikTok (8–28 Agustus 2026), dengan tujuan mendorong pemanfaatan media digital secara sehat untuk mengenalkan budaya lokal Sunda dan lagu nasional, sekaligus mempererat hubungan pengasuhan (parenting) orang tua dan anak di rumah.
Kemudian, Lomba Mewarnai Maskot Tunas Siliwangi (31 Agustus 2026) dengan tujuan mengasah kecerdasan motorik halus, konsentrasi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal silih asah, silih asih, silih asuh, silih wawangi sejak masa emas (golden age).
Shindy Diah Ayu Lestari, sangat mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Beliau menegaskan bahwa pemenuhan hak anak, mulai dari hak perlindungan, edukasi karakter, hingga ruang tumbuh kembang yang aman, adalah kewajiban bersama yang diatur dalam Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik-Integratif dan Perda Jabar No. 5 Tahun 2017.
Meskipun Dandim 0609/Cimahi Letkol Infanteri Ratno, SH, M.IP, berhalangan hadir secara langsung dikarenakan alih tugas jabatan, ia memberikan arahan khusus melalui tayangan video. Ratno menegaskan, acara ini adalah simbol TNI Manunggal Bersama Rakyat dan berpesan agar gerakan membina karakter generasi muda serta perjuangan kesejahteraan guru PAUD terus dilanjutkan.
Sementara itu Ketua Panitia Gebyar Tunas Siliwangi 2026, Hasanul Fikri, menegaskan, KBB tidak boleh terus tertinggal dalam pemenuhan hak anak.
“Antusiasme 2.753 anak dan 98 lembaga hari ini adalah teguran halus sekaligus bukti nyata bahwa anak-anak KBB sangat butuh ruang dan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini menjadi stimulus serta pemicu bagi Pemerintah Daerah KBB, berbagai organisasi, maupun daerah lain untuk lebih peduli terhadap anak usia dini. Merekalah aktor utama dan penopang sejati yang akan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Hasanul Fikri.
Selain penganugerahan pemenang, acara puncak ini juga diisi dengan Edukasi parenting dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat Provinsi Jabar, pertunjukan, dan Simulasi fire safety oleh Tim Damkar KBB untuk memberikan pengalaman belajar interaktif bagi anak-anak. (*)






