BANDUNGSATU.COM – Adanya dugaan Kepala Desa dikerahkan oleh salah satu Paslon pada Pilkada KBB menguat setelah salah satu sumber pengurus RW di Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy bersuara pada pewarta, Rabu (16/10).
Pengurus yang tidak mau disebut namanya itu menduga aparat Desa berupaya melakukan penggalangan dukungan untuk Paslon Berjamaah.
”Saya tanya pada para kader LKD katanya mereka mendukung Jeje, meski demikian saya mah tidak terpengaruh karena pilihan itu tidak bisa dipaksakan,” ujar sumber yang tidak mau dipublikasikan namanya itu.
”Kayaknya Kepala Desanya sudah diarah-arahkan, karena di bawahnya ternyata seperti itu,” imbuhnya.
Ia sendiri mengatakan bahwa jalan di wilayahnya sudah lama rusak. Jalan sejauh 3 KM tersebut baru diperbaiki setelah adanya dugaan dukungan Desa pada Paslon Berjamaah. Sebelumnya pihak RW meminta pada Desa sendiri, selalu dihiraukan.
Seperti diberitakan sebelumnya isu dikumpulkannya seluruh Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna digagas oleh Timses Paslon Pilkada no. 2, Pasangan Jeje Ismail- Asep Ismail.
Para Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna dikumpulkan, tidak lain untuk mensukseskan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusungnya
Menurut salah satu Perangkat Desa di Lembang, yang tidak mau disebut namanya, ada dugaan mulai terjadi money politik. Karena para Kepala Desa dan diduga Karang Taruna di dua Desa Cibodas dan Desa Suntenjaya pun diajak untuk menjadi penggalang massa untuk menggiring masyarakat ke salah satu Paslon. Dan diiming iming bila menang nanti pihak Kepala Desa, Perangkat Desa, ibu – ibu PKK dan Karang Taruna akan mendapat bantuan keuangan dan program bila paslonnya menang di Pilkada KBB dan akan diberi dana operasional ketika kampanye.
”Ya kita dikumpulkan diming-iming bantuan saat nanti yang bersangkutan terpilih, dan diberi dana operasional penggalangan massa dalam kampanye” kata sumber yang tidak mau disebut namanya.
”Kami resah dan jadi tidak tenang dalam beraktifitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi mengingatkan kepada 165 Kepala Desa di wilayahnya untuk senantiasa menjaga netralitas dalam Pilkada Bandung Barat.
Selain itu, ia juga meminta, 165 kades untuk tidak terjun di politik praktis pada kontestasi Pilkada Bandung Barat.
“Pentingnya sikap netral kepala desa dan perangkat desa dalam menghadapi pesta demokrasi ini. Selain itu mereka tidak boleh mendukung salah satu calon,” imbaunya.
Ia mengatakan, jika ditemukan pelanggaran yang menyangkut netralitas Kepala Desa. Pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
“Jika ada temuan mengenai netralitas Kepala Desa, kami (DPMD) bakal berkoordinasi dengan Bawaslu,” jelasnya.
Apakah ada kaitannya dengan dikumpulkannya Perangkat Desa tersebut, atau tidak, di Instagaram juga mencuat isu akun salah satu Desa di Bandung Barat diduga memberikan komentar dengan diksi yang seolah mendukung salah satu postingan medsos pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang sedang ‘bertarung’ di Pilkada
Riza pun menegaskan pihaknya akan melakukan pendalaman terkait dukungan kepada salah satu paslon di Pilkada
Riza pun dengan tegas mengatakan, soal netralitas Kepala Desa tersebut sudah jelas tercantum dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2024. Bila ditemukan unsur pelanggaran, maka akan dilakukan penelusuran.
“Kalau untuk subjek hukum Kepala Desa, Sekdes dan Perangkat Desa (teknis dan kewilayahan) eksplisit jelas harus netral. Karena itu kita akan lakukan kajian pada informasi awal untuk digali keterangan dan penelusuran,” tegas Riza (*)






