BNPB Rekomendasikan Pemda Segera Relokasi Korban Terdampak Longsor di Cigombong, Kecamatan Rongga, KBB

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dan PJ Bupati KBB, Arsan Latif, Foto/Istimewa
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dan PJ Bupati KBB, Arsan Latif, Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Setelah melihat kondisi pergerakan tanah di Kampung Cigombong RT 03,04/RW 13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekomendasikan agar warga yang tinggal di lokasi terdampak, segera direlokasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, Selasa (05/03).

Suharyanto memutuskan hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan berbagai pihak.

“Kesimpulannya kita sudah rapat koordinasi bahwa penanganan setelah tanggap darurat di tahap rehabilitasi rekontruksi, harus langsung dilakukan relokasi,” tegas Suharyanto.

Ia lebih jauh mengatakan bencana di Kampung Cigombong bersifat spesifik. Ia bersama tim yang menelaah pergerakan tanah di tempat tersebut akan meneliti lebih lanjut soal penyebab terjadinya pergerakan tanah yang sangat massif.

“Bencana pergerakan tanah ini spesifik sehingga kita perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya seperti apa. Untuk daerah ini tidak bisa lagi digunakan untuk pemukiman. Datanya yang harus langsung direlokasi ada 24 KK namun ada potensi-potensi diperkirakan sampai 40-50 rumah yang harus direlokasi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Pemda Bandung Barat saat ini sudah menetapkan status tanggap darurat. Atas status tersebut, BNPB memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Suharyanto pun menegaskan, bahwa masyarakat terdampak bencana, tidak boleh terlalu lama berada di pengungsian. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan opsi lain yakni menyiapkan anggaran untuk tinggal sementara.

“Kemudian tidak menunggu tanggap darurat selesai, relokasi pun harus dimulai. Mudah-mudahan tidak terlalu lama sehingga masyarakat tidak terlalu lama di tempat pengungsian. Untuk pemerintah daerah ini menyiapkan lahan, dan pemerintah pusat melalui BNPB ini akan menyiapkan anggaran untuk relokasi maupun bangunan sekolah yang akan dipindah,” katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah mengupayakan adanya subsidi untuk tinggal sementara dengan mengontrak rumah. Ia pun meminta agar pemerintah memikirkan bantuan untuk membuat hunian tetap bagi keluarga terdampak.

“Nantinya keluarga menerima uang Rp500 perbulan bisa digunakan untuk ngontrak rumah atau dia bisa tinggal di rumah saudaranya.Atau nanti bantuan dari sumber lain dibangunkan hunian tetap atau huntara,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, Surveyor Pemetaan PVMBG, Sumaryono mengatakan, sejauh ini tanah bergerak yang terjadi di Kampung Cigombong sudah seluas 1,5 hektar.

“Yang bergerak 1,5 hektar lebih, hanya kan kita khawatirkan meluas karena ada retakan-retakan di samping. Untuk panjang retakan ini masih dalam proses pengukuran, tapi yang jelas ini seperti tapal kuda,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, proses penyediaan lahan dan bangunan bagi warga terdampak pergerakan tanah di Cigombong, ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan.

“Ada tiga skema bisa kita menggunakan tanah desa, Perhutani maupun pemda yang membeli lahan. Ada dua bentuk relokasi yakni secara mandiri maupun oleh Pemda. Kalau mandiri itu misalnya warga punya tanah dan membangun sendiri kita berikan Rp60 juta atau kita berikan tanah dan juga bangunannya,” kata Arsan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *