Bertemu Tokoh Lembang, Edi Rusyandi Bicara Soal Wisata

Calon Bupati Bandung Barat dari Pasangan Edun, Edi Rusyandi tengah berbincang dengan tokoh Lembang, Pa Guru Holid (ke tiga dari kanan) Senin lalu. Foto/BANDUNGSATU.COM
Calon Bupati Bandung Barat dari Pasangan Edun, Edi Rusyandi tengah berbincang dengan tokoh Lembang, Pa Guru Holid (ke tiga dari kanan) Senin lalu. Foto/BANDUNGSATU.COM

LEMBANG, BANDUNGSATU.COM – Calon Bupati Bandung Barat Edi Rusyandi, bertemu dengan tokoh Lembang, Dede Kholid, S.Pd, M.Si di Jl. Jayagiri, Lembang, Bandung Barat, Senin sore (30/9).

Dalam pertemuannya tersebut, Dede yang akrab disapa Pa Guru Holid itu berpesan agar program-program Edi Rusyandi jika terpilih nanti, bisa berpihak pada masyarakat kecil yang mengelola wisata di Bandung Barat.

”Sebaiknya berpihak pada warga yang mengelola wisata, karena mereka memiliki keunikan dan kreatfitas yang sangat baik,” kata Pa Guru Holid, yang juga sedang membenahi pengelolaan wisata di Jayagiri, melalui PT Jayagiri Mandiri Putra.

Ia juga berpesan agar pengelolaan wisata yang berbasis alam, tetap menjaga kelestarian agar lingkungan asri, utamanya di Lembang dan sisi Selatan serta Barat KBB yang  memiliki hutan, tetap terjaga sebagai sumber penyerapan air dan pencegah bencana alam.

”Pengelola wisata yang berasal dari Pokdarwis, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) UMKM sangat mementingkan keletarian alam, pemerintah harus berpihak pada mereka agar KBB ini alamnya tetap lestari,” imbuh Pa Guru Holid.

Sementara itu Edi Rusyandi, yang kedatangannya didampingi sesepuh Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Kustiwa, mengatakan,  Lembang sudah menjadi icon wisata, oleh karenanya Pemerintah Bandung Barat ke depan harus mengawasi sekaligus peduli atas perkembangan pariwisata di Utara KBB yang berkembang pesat itu.

”Yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wisata di Lembang, harus memperhatikan keberlanjutan pelestarian lingkungan hidupnya. Jangan sampai eksplorasi wisata begitu masif tanpa memperhatikan dampak-dampak lingkungan hidupnya,” tegas Edi.

Ia juga menyambut baik atas terlibatnya warga dalam pengelolaan wisata berbasis alam. Edi menegaskan bahwa masyarakat Lembang, dalam pengelolaan wisata harus menjadi tuan rumah di tempatnya sendiri.

”Soal LMDH, UMKM ya harus didukung oleh pemerintah karena mereka bertumbuh kembang dan itu bagian dari pelibatan masyarakat dalam tata kelola wisata yang ada di Lembang.

”Urang Lembang kudu jadi tuan rumah bagi perkembangan dan kemajuan Lembang ke depannya,” imbuh Edi.

Terkait sudah padatnya wisata di Lembang, Edi pun memahami, bahwa harus juga membuka potensi wisata baru di selatan. Selainmenumbuhkan pemerataan ekonomi, pun bisa mengurai problematika kepadatan lalu lintas di Lembang dengan mengalihkan wisatawan ke wilayah KBB bagian Selatan.

”Nah di sini di Lembang  sudah overload maka perlu pula diciptakan  pusat-pusat pertumbauhan ekonomi baru di wilayah-wilayah lain di Bandung Barat termasuk di wilayah Selatan yang  potensinya sangat luar biasa dan besar,” jelas Edi.

”Harus ada intervensi kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat untuk membangun budaya pariwisata, sebagai mana yang sudah tumbuh kembang di sini di Lembang. Jadi urang selatan kudu loba diajar ka dieu ka urang Lembang, supaya pariwisatana oge maju di wilayah Selatan. Supaya Lembang teu pinuh teuing, teu overload teuing ke depan na,” pungkas Edi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *