BANDUNGSATU.COM – Kepedulian terhadap sesama yang dilandasi kejujuran dan rendaha hati menadi salah satu highlight pesan yang disampaikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, pada sambutannya pada Idul Fitri, Sabtu (21/03).
Jeje mengungkapkan bahwa nilai-nilai tersebut harus dijaga dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
“Momen Idul Fitri adalah hari di mana kita kembali kepada fitrah—hati yang bersih, jiwa yang lapang, dan niat yang diperbarui. Ramadhan telah mendidik kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, lebih rendah hati, serta lebih peduli terhadap sesama,” kata Jeje.
“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari. Momentum idul fitri ini hendaknya kita jadikan sebagai titik awal untuk memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi di antara kita,” imbuh Jeje dalam sambutannya saat melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Ash Shiddiq, Ngamprah, Sabtu, (21/03)
Setahun lebih memimpin Bandung Barat, Jeje meminta maaf jika KBB saat ini masih banyak kekurangan. Menurutnya dengan kepercayaan masyarakat, maka pihaknya akan terus membenahi layanannya terhadap warga.
“Dalam perjalanan kita membangun kabupaten Bandung Barat, tentu masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kami jalankan. Masih ada harapan yang belum sepenuhnya terjawab, masih ada pelayanan yang perlu terus kami benahi, dan masih ada kepercayaan yang harus kami jaga dengan lebih sungguh-sungguh,” jelas Jeje
“Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, dengan segala kerendahan hati, saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten bandung barat menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kekurangan tersebut. Segala idul fitri mengajarkan kita tentang keikhlasan untuk mengakui kesalahan, tentang keberanian untuk memperbaiki diri, dan tentang ketulusan untuk saling memaafkan,” ungkap Jeje.
Ia mengutip sabda Rosullah SAW, bahwa setiap anak adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.
“Maka momentum Idul Fitri ini, mari kita jadikan sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya—lebih jujur dalam niat, lebih tulus dalam tindakan, dan lebih kuat dalam menjaga ukhuwah islamiah. Mari kita perbaiki diri, perbaiki niat, dan perbaiki cara kita dalam melayani, dalam memimpin, dan dalam hidup bermasyarakat,” pungkas Jeje. (*)






