BANDUNGSATU.COM – Calon Bupati perseorangan Sundaya mengaku ia berada dalam posisi yang memiliki kedaulatan cukup baik sebagai Calon Bupati karena ia tidak bertanggung jawab kepada partai, melainkan kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan Sundaya, usai pemeriksaan di RSHS, Kota Bandung, Minggu (01/09).
“Kami punya keyakinan bahwa kedaulatan ditangan rakyat. Silahkan rakyat memilih. Kami satu-satunya calon yang diusung rakyat secara langsung sehingga kami bertanggung jawab kepada rakyat. Tidak bertanggung jawab lebih dahulu kepada partai,” tegas Sundaya.
Ia mengatakan, bila nantinya ia ditakdirkan menjadi Bupati, maka ia akan bertanggung jawab langsung kepada rakyat tanpa tersekat oleh partai politik. Ia pun yakin popularitas pasangannya, Maulana, sebagai kyai memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
“Kalau bicara popularitas, kami menggandeng pak kyai kan populer juga (wakil) itu sesepuh Bandung Barat. Terus saya juga sudah tiga kali menjadi anggota dewan. Popularitas belum berarti mendapatkan elektabilitas,”tukasnya.
Sundaya sendiri merasa optimis ia bisa melampaui pemeriksaan kesehatan dan bisa menuju tahap penetapan sebagai Calon Bupati.
“Harapannya lancar semua hingga pada tahapan penetapan tanggal 22 dan 23 pengambilan nomor urut. Setelah itu kami berkampanye untuk meyakinkan masyarakat,” kata Sundaya.
Sundaya sendiri mengaku mendaftarkan diri menjadi Calon Bupati karena memiliki pengalaman di legislatif yang bisa melihat beragam persoalan. Terlebih sebagai putra daerah ia memiliki tanggung jawab untuk membenahi Bandung Barat.
“Kami punya kiat-kiat kultur masyarakat Bandung Barat karena kami ada dengan mereka. Artinya kami paham benar tentang keinginan dan kondisi di Bandung Barat. Karena kami berdua bersama-sama dengan rakyat,” tegasnya.
“Permasalahan kini secara manajerial. Termasuk pengelolaan keuangan. Sumber daya manusia. Kesananya berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Bandung Barat. Kami punya tujuan termasuk APBD Bandung Barat bisa pro terhadap masyarakat yang kurang mampu,” imbuh Sundaya.
Ia sendiri mengaku bahwa program yang ia tawarkan adalah pembenahan di segala lini di Bandung Barat. Salah satunya adalah program untuk guru ngaji. (*)






