Badan Geologi Sebut Hujan Bisa Picu Erupsi Freatik di Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Kawah di gunung Tangkuban Perahu yang berada di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Menyusul informasi terkait curah hujan tinggi yang merupakan imbas La Nina, Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu.

Menurut badan Geologi, hujan yang tinggi dan membuat aliran airnya masuk ke kawah dapat menimbulkan potensi erupsi freatik di gunung tersebut.

”Erupsi freatik bisa terjadi akibat interaksi antara air hujan dengan material panas di dalam gunung api,” jelas Kepala Badan Geologi, M. Wafid. Rabu (04/12).

Wafid menambahkan erupsi freatik dapat menimbulkan lontaran material vulkanik dan hujan abu di sekitar kawah, meskipun tidak disertai keluarnya magma.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya, kata Wafid, Badan Geologi memberikan beberapa rekomendasi bahwa masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dasar kawah.

”Hindari aktivitas berlama-lama atau bermalam di area kawah aktif. Jika terjadi peningkatan intensitas asap kawah atau tercium bau gas menyengat, segera menjauh dari area tersebut,” ungkap Wafid.

Namun demikian Wafid juga menyebut bahwa erupsi freatik dapat terjadi tanpa adanya peningkatan gejala vulkanik yang signifikan.

Wafid juga mengungkapkan, Badan Geologi juga pun mengimbau Pemerintah Daerah dan BPBD agar terus berkoordinasi dengan pos pengamanan gunung api dan PVMBG Bandung.

Meski Badan Geologi mengeluarkan imbauan ini, Wafid juga meminta agar masyarakat di sekitar gunung, tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum terverifikasi terkait potensi erupsi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *