Komisi Gabungan DPRD KBB, Monitoring Perijinan Musium Otomotif di Lembang

Exif_JPEG_420

BANDUNGSATU.COM – Menyusul aduan masyarakat soal dimasukannya sekolah di lingkungan warga ke dalam site plan Wahana Autopia Lembang, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Djuandys melakukan monitoring ke lokasi.

“Kami tidak menemukan yang dikeluhkan warga bahwa sekolah pun masuk dalam site plan mereka. Saya melihat site plannya secara langsung dan di lokasi saya lihat pembangunannya sangat normatif,” kata Pither, Jumat (16/05).

”Yang saya pesankan, pertama timbul persoalan kedepannya itu pasti ada. Itu berkaitan dengan warga pribumi, tenaga kerja. Kami juga berharap tidak terulang seperti PT yang lain,” kata Pither sambil mengatakan bahwa wahana yang sedang dibangun sudah berizin dan memiliki aspek kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Pither juga mengatakan bahwa PT Wahana Autopia sudah melakukan semua tahapan prosedurnya dan masyarakat tidak perlu khawatir soal perizinan dan hal-hal lain. Pither mengaku bahwa ia mengikuti proses sejak awal pembangunan yang dilakukan PT Wahana Autopia.

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD KBB, Imam Tunggara, mengatakan bahwa PT Wahana telah mengubah Grand Hotel Lembang menjadi objek wisata yang bisa menjadi penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Bandung Barat.

”Saya berharap agar perusahaan bisa mewadahi juga kerjasama dengan warga sekitar agar tidak menjadi tamu di rumahnya sendiri,” ujar Imam.

Ia juga mengatakan bahwa Museum Angkutan atau museum transportasi yang berada di objek wisata tersebut, bisa menjadi daya tarik dan kebanggaan tersendiri. Terlebih museum tersebut belum ada di KBB sehingga dimungkinkan bisa menjadi icon KBB.

Sementara itu Erik Wijaja, owner PT Wahana Autopia mengatakan akan mengakomodir usulan untuk menyerap warga sekitar. Ia mengatakan bahkan saat ini pun sudah ada yang dilibatkan mengisi bidang tertentu pada pembangunan wahana di bekas Grand Hotel Lembang tersebut.

”Sudah ada beberapa ditempatkan. Bahkan, kami juga berkonsultasi dengan tokoh Lembang,” kata Erik.

”Kita juga kan melakukan sistem borongan, kalau harganya cocok yang kita masukan. Kalau tidak, kami juga tawarkan untuk bergabung dengan tim kami,” imbuh Erik.

Erik juga mengatakan jika tidak Juli nantinya objek wisata ini akan dibuka pada Desember 2026. Pihaknya juga optimis bahwa museum otomotifnya bisa mendapat sambutan dari masyarakat, karena hobi otomotif di Bandung raya terbilang cukup bagus.

”Hobi otomotif memang bagus di Bandung Raya. Kami juga sediakan muatan edukasinya sehingga tidak hanya memamerkan koleksi kendaraan saja, tapi pengunjung bisa menambah pengetahuan,” jelas Erik. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *