Pemkot Cimahi, Menggelar Retret Bagi Aparatur Sipil Negara Eselon 3 dan 2 di Dodik Bela Negara Lembang

Walikota Cimahi, Ngatiyana dan Wakil Walikota Adhitia Yudistira menghadari kegitan jurit malam para ASN Cimahi yang mengikuti acara tersebut di Dodik Bela Negara Lembang, Jumat (18/040. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cimahi mengikuti kegiatan jurit malam dalam rangkaian retreat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (18/04).

Pantauan di lapangan, para ASN tiba di lokasi jurit malam pada pukul 20.00 WIB. Wali Kota Cimahi Ngatiyana didampingi wakilnya Adhitia Yudisthira turut hadir di lokasi untuk melihat langsung kegiatan tersebut.

Di tengah rintik hujan, puluhan ASN Cimahi terlihat serius mengikuti rangkaian kegiatan jurit malam yang dikomandoi oleh anggota TNI dari Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Pelda Iwan Kartiwa.

Dalam pembekalan sebelum rangkaian jurit malam, Iwan menjelaskan aturan main jurit malam. Dimana para ASN akan mengemban misi layaknya seorang prajurit Caraka Malam. Di titik star, setiap ASN harus menghafal informasi yang nantinya akan diberikan kepada petugas di garis finish.

“Jadi yang laki-laki sendiri yang ibu-ibu berdua. Bapak ibu akan menerima berita (informasi) berisi 10 baris (kata) beritanya yang dibikin oleh Wali Kota, dibaca, dihafalkan. Yang sudah hafal distarkan,” kata Iwan.

Iwan pun menjelaskan adanya sejumlah tantangan yang akan dihadapi saat peserta menempuh perjalanan menuju garis finish.

Iwan menegaskan, apapun yang terjadi, peserta jurit malam tak boleh membocorkan informasi yang didapatkan di garis start.

“Di perjalanan tidak boleh ada yang bocor beritanya, jangan sampai bocor. Nanti dibekali sandi, sandi malam ini ada sandi suara ‘Bela Nusa’, dan sandi angka jumlah angkanya lima,” jelas Iwan. Iwan menambahkan, rute jurit malam dapat ditempuh sekitar 50 menit.

Peserta diminta untuk waspada dan mengikuti rambu-rambu yang telah dipasang oleh panitia pada rute jurit malam.

“Normalnya satu jam kurang 10 menit, tapi di perjalanan tidak ada yang tahu, apalagi gelap, ikuti aja rutenya, ada tali putih yang telah dipasang, ikuti aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar retret bagi aparatur sipil negara (ASN) eselon 3 dan 2, setingkat kepala dinas, sekretaris dinas, dan kepala badan. Kegiatan berlangsung di Dodik Bela Negara, Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), 18-20 April 2025.

“Jumlahnya 70 orang, eselon 3 dan 2,” kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana di Dodik Bela Negara, Rindam III Siliwangi, Lembang, KBB, Jumat (18/04).

Ngatiyana mengungkapkan, kegiatan berupa aktivitas pembekalan materi, fisik, dan penguatan mental telah disiapkan oleh panitia. Untuk pembekalan materi, sejumlah pembicara didatangkan dari Lemhanas, Kemendagri, hingga IPDN. Aktivitas fisik terukur juga telah disiapkan dengan dibimbing langsung oleh anggota TNI dari Rindam III Siliwangi.

Untuk penguatan mental, panitia telah menyiapkan kegiatan malam jurit.

“Tujuannya bukan menyiksa, tapi menyatukan persepsi, seluruh ASN harus kompak dalam membangun dan rela ikhlas melayani masyarakat. Agar terjadi kolaborasi, jiwa korsa disiplin, itu yang kita kedepankan.

Tidak mengedepankan ego sektoral sehingga pemerintah bisa berjalan mulus saling mendukung saling membantu,” ucap Ngatiyana. Ngatiyana menambahkan, Pemkot Cimahi merupakan kota pertama yang melakukan retret layaknya yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Magelang untuk para menteri dan kepala daerah. Ngatiyana telah merasakan langsung bagaimana efek positif setelah mengikuti retret kepala daerah di Magelang. “Di Jabar baru Kota Cimahi yang melakukan, mudah-mudahan diikuti kabupaten/kota lain. Tapi ingat, tujuannya untuk menyatukan persepsi dinas satu dengan lain. Semuanya harus tegak lurus, loyalitas, dan kerja sebaiknya untuk melayani masyarakat,” tandasnya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *