BANDUNGSATU.COM – Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Bandung Barat menyebabkan puluhan rumah warga terendam di dua kecamatan. Sehingga ratusan warga untuk sementara diungsikan.
Sebanyak 90 rumah di sejumlah Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat dan Desa Margajaya Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam banjir. Dalam peristiwa ini ketinggian air mencapai 3 meter.
Hal ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Bencana banjir di Bandung Barat terjadi akibat hujan deras mengguyur sejak Sabtu (15/03) sore, yang menyebabkan Sungai Cimeta yang berada di Kampung Cibarengkok Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat meluap.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Cimeta meluap dan merendam puluhan rumah warga. Saat ini tercatat ada dua Kecamatan yang terendam banjir dampak dari meluapnya Sungai Cimeta” ujar Pranata Ahli Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat, Sabtu (15/3) malam.
Hadi menjelaskan, banjir terjadi di beberapa titik, diantaranya di Kampung Cibarengkok RT 01, RW13 dan RT 01 / RW03, dan Kampung Guha mulya Rt01 / Rw14, Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Banjir juga menerjang Kampung Ciburial RW06 dan RW16, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.
Dampak dari meluapnya Sungai Cimeta sebanyak 20 Unit Rumah di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, terendam dan 3 unit fasilitas umum seperti jembatan terdampak. Sehingga akses penghubung warga untuk sementara terputus. Sedangkan di Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, rumah yang terendam banjir mencapai 70 unit.
“Yang di Desa Nyalindung korban terdampak sebanyak 50 Kartu Keluarga. Saat ini petugas masih melakukan pendataan. Sementara itu BPBD Kabupaten Bandung Barat masih melakukan assessment,” katanya.
Hendi menambahkan, berdasarkan data hingga pukul 21:30 WIB, ketinggian air di Desa Nyalindung masih berkisar antara 40 sampai 300 CM. Sementara di Desa Margajaya ketinggian antara 10 sampai 50 CM.
“Saya imbau kepada petugas, jika ada informasi kebencanaan atau pantauan visual yang berada di wilayahnya masing-masing segera laporkan melalui perangkat kami,” tandasnya.
Sementara itu berdasarkan data dari Kantor Desa Nyalindung, sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Tembok-tembok rumah jebol diterjang arus air yang membawa material sampah dan lumpur.
“Data sementara kurang lebih ada 50 kepala keluarga ditambah 200 jiwa mengungsi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Meidi. (*)






