Warga Korban Banjir Bandang di Nyalindung Bingung tidak Punya Biaya Memperbaiki Rumahnya yang Rusak

Warga korban banjir Bandang di Kampung Cibarengkok Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat, dibantu oleh oleh petugas dari BPBD KBB membersihkan rumanya yang terendam luapan sungai Cimeta, Minggu (16/03). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Warga di Kampung Cibarengkok RT01/03, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terdampak banjir bandang akibat meluapnya sungai Cimeta pada Sabtu sore (15/03), mulai kebingungan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengatakan, sekitar 42 Kepala Keluarga terdiri dari 144 jiwa terdampak langsung banjir bandang tersebut.

Menurut Ketua RT di Kampung Cibarengkok, Zulkifli menjelaskan, peristiwa banjir bandang sungai Cimeta terjadi sore hari menjelang buka puasa disebabkan  dipicu oleh adanya hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga debit air sungai Cimeta meningkat.

“Awalnya pada sore hari ketinggian air sebatas mata kaki tapi semakin lama air semakin tinggi, dan makin lama menerjang rumah rumah yang berada di sekitar bantaran kali,” kata Zulkifli ditemui, Minggu (16/03) ketika bersih bersih lumpur rumah yang ikut terendam juga.

Zulkifli pun menambahkan, akibat banjir bandang luapan air dari sungai Cimeta tersebut rumah miliknya terendam dan dinding rumah mengalami jebol akibat tidak mampu menahan derasnya air sungai.

“Setelah itu, air makin tinggi saya dan keluarga bergegas untuk menyelamatkan barang berharga salah satunya motor,” ujarnya.

“Tak lama berselang beberapa menit  tembok rumah mulai bergerak dan jebol saya langsung lari saja menyelamatkan diri dari pada terbawa arus sungai yang deras,” imbuhnya.

Ia mengatakan, dalam peristiwa banjir bandang yang terjadi tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup parah rumahnya,  lantaran air yang cukup tinggi menghantam dan merendam kediamannya. Saat  ini Zulkifli sekeluarga bingung untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang rusak parah dan tidak mempunyai biaya untuk memperbaikinya.

“Luapan air sungai Cimeta  setinggi kurang lebih 2,5 meter hingga sampai atas atap rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala PelaksanaBPBD KBB, Meidi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan assesment di lokasi banjir bandang terutama warga terdampak.

“Kami tadi langsung membawa kebutuhan masyarakat seperti tempat tidur dan kebutuhan makanan dan lainnya,” ujarnya.

Meidi menegaskan, pihaknya pun memastikan kebutuhan makanan warga korban terdampak bencana banjir bandang sungai Cimeta Desa Nyalindung akan dipenuhi secara maksimal. Terlebih saat ini masyarakat korban terdampak tengah melaksanakan ibadah puasa.

“Kita berikan bantuan sembako untuk 2 hari yang pasti kebutuhan dasar warga terdampak akan dipenuhi termasuk pemeriksaan kesehatannya,” ungkapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *