BANDUNGSATU.COM – Dukungan terhadap pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati KBB , HADE (Hengki Kurniawan – Ade Sudrajat), semakin bertambah. Yang terbaru, pejuang pemekaran KBB yang membidani berdirinya daerah otonom Kabupaten Bandung Barat (KBB), Eka Santosa menyatakan sikap mendukung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Eka mengatakan kendati Hengki Kurniawan sepintas melanjutkan kepemimpinan dari Aa Umbara, namun sepak terjangnya sebagai Bupati KBB sangat terukur. Apalagi, Hengki Kurniawan merupakan figur yang tidak memiliki resistensi apapun.
“Saya kira tepat, beliau meneruskan (sebagai Bupati Bandung Barat) dan saya salah seorang bagian dari sejarah berdiri nya KBB yang terus mendukung,” kata Eka saat ditemui di Pasar Modern Market Lembang, Kecamatan Lembang, KBB, Senin (2/9).
Eka pun menilai ada kesamaan antara dirinya dan Hengki Kurniawan. Di satu sisi, Eka Santosa sebagai Ketua Relawan Demi Generasi Penerus Bangsa (DGPB) Jawa Barat dan Hengki Kurniawan sebagai Ketua Relawan DGPB KBB saat Pilpres dan sekarang berubah nama menjadi DGPB KBB.
Eka Santosa adalah Pimpinan Komisi II DPR RI yang melakukan kajian secara door to door selama 6 bulan di KBB bersama Alm Endang Anwar dan rengrengan KPKBB. Sehingga akhirnya, perjuangannya membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12/2007 pada tanggal 2 Januari 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat sebagai Daerah Otonom di Provinsi Jawa Barat.
Berkenaan dukungannya untuk pasangan Hengki-Ade (HADE), Eka mengatakan, Hengki merupakan figur yang inovatif dan memahami kebutuhan masyarakat KBB.
“Hubungan dia dengan pihak-pihak supporting, baik investor maupun kelompok-kelompok yang bisa memberikan harapan untuk bekerja sama atau berinvestasi di wilayah KBB, itu terlihat dari pergaulan Hengki dalam berbisnis,” tegas Eka.
Melihat kondisi KBB saat ini, dia menyatakan, pasangan HADE sangat diperlukan KBB. Sebab, salah satu modal KBB yaitu mengembangkan potensi di seluruh wilayahnya.
“Kalau wilayah utara seperti Lembang sudah baik, tinggal pengembangan wilayah selatan seperti kawasan Cililin, Gununghalu itu juga memiliki potensi yang sangat strategis dan itu yang harus dikembangkan sebagai perluasan pembangunan di KBB,” ujarnya.
Diterangkan Eka, dirinya tahu persis saat KBB menjadi daerah otonom dan bersama Alm Prof Dede Mariana memilih Ngamprah sebagai ibukota KBB. “Bagian para akademisi yang membidangi lah waktu itu,” imbuhnya.
Terkait Pasangan HADE, dia menyebutkan, Hengki – Ade merupakan pasangan yang ideal, sebab Ade Sudrajat sendiri merupakan mantan Ketua Nasdem KBB dengan latar belakang pengusaha dan menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang mendapat dukungan dari Partai NasDem yang diketahui sebagai salah satu partai progresif dalam hal-hal inovasi terutama ekonomi kerakyatan.
“Nah, Hengki sudah punya jalan dan pengalaman, santun, rendah hati, lalu komunikasinya baik, ya, kultur KBB menerima beliau lah,” pungkas Eka. (*)






