BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Pemerintah Kota Bandung akan meningkatkan potensi di bidang pariwisata. Melihat antusias pengunjung pada libur akhir tahun lalu, Pj Walikota Bandung, Bambang Tirtoyuliono akan memberi perhatian khusus pada sektor jasa dan pariwisata.
“Kota Bandung menjadi kota tujuan dengan berbagai macam motivasinya. Ada yang cari kuliner, spot wisata keluarga, dan lainnya. Terlebih banyaknya potensi terutama pada industri kreatif UMKM,” Kata Bambang, Kamis (11/01).
Bambang melihat 10.571 UMKM di Kota Bandung memiliki pangsa pasar yang luas. Tidak hanya di bidang jasa dan kuliner, industri kreatif digitalnya pun sangat mumpuni.
“Jumlahnya ada 10.571 UMKM. Marketnya bukan cuma lokal, tapi juga sampai diekspor. Industri kreatif digital anak-anak kita sudah sangat mumpuni,” jelas Bambang.
Ia menyebutkan, pada 28 Desember 2023 – 3 Januari 2024 tercatat rata-rata harian kendaraan roda empat yang masuk dari 6 gate tol sebanyak 300.000 kendaraan. Terbanyak ada pada pintu tol Pasteur, per harinya bisa mencapai 50.000 kendaraan yang masuk.
“Ini jadi PR (pekerjaan rumah) bersama untuk mengelola potensi wisatawan, tapi jangan sampai macet juga. Orang yang ingin berjualan di Kota Bandung juga jadi banyak, menambah jumlah PKL. Ini juga menjadi suatu persoalan yang harus dibenahi,” paparnya.
Menurut Bambang, dengan naiknya jumlah pengunjung ke Kota Bandung, tentu ada permasalahan lain yang mengikuti, seperti parkir liar, PKL, bahkan hingga fenomena premanisme.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkordinasi untuk menjalankan tupoksinya masing-masing.
“Misal parkir liar di Alun-alun, itu kita sudah rapikan semua sesuai koridor aturan. Ada beberapa ruang publik baru, salah satunya di Monju. Di sana mulai ada PKL dan parkir liar. Ini kita tata dari awal juga. Kita kasih mereka kesempatan, tapi sesuai aturan. Harus saling merawat, perhatikan mana yang boleh ditempati dan tidak,” jelasnya.
Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke Kota Bandung, terdapat 29 taman tematik yang bisa kunjungi. Belum lagi taman-taman kecil yang tersebar di berbagai wilayah. Tentunya taman-taman tersebut telah disokong beragam fasilitas, salah satunya Wi-Fi dan CCTV.
“Salah satu prestasi selama 5 tahun terakhir, Kota Bandung telah meraih 430-an penghargaan, terutama dengan adanya Bandung Smart City. Dalam aspek Pelayanan Publik, kami juga telah mendapatkan penghargaan. Interaksi langsung telah diminimalisasi dengan pelayanan by digital. Ini merupakan manifestasi Kota Bandung,” akunya.
Bambang juga tak menampik jika di tahun 2024 masih banyak PR yang perlu dibenahi bersama. Contohnya angka pengangguran, kemiskinan, kemacetan, banjir, dan sampah.
“Cekungan Bandung juga jadi persoalan, jika intensitas hujan cukup tinggi bisa terjadi genangan. Dari sebelumnya 26 titik banjir, sekarang tinggal 12 titik. Upaya yang telah kami lakukan tiap tahun seperti mapag hujan, bangun kolam retensi, rupom, sumur resapan, dan biopori,” paparnya.
Ia menambahkan, untuk titik krusial banjir masih ada 5 titik. Bambang menuturkan, wilayah yang masuk dalam kategori krusial jika ketinggian genangan lebih dari 30 cm dan surutnya lebih dari 1 jam.
“Titiknya di Pasir Koja, Leuwipanjang, Cibaduyut, dan Gedebage. Mari kita ciptakan Kota Bandung menjadi kota yang kita inginkan. Indah, aman, nyaman, kondusif,” pungkas Bambang. (*)






