BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Jalan Haji Gofur Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah yang menjadi jalan alternatif menuju Kantor Pemda Kabupaten Bandung Barat tergenang banjir, Kamis sore (11/01)
Banjir yang menggenang di depan Pasar Tanimulya itu, terjadi imbas intensitas hujan deras yang turun sejak siang hari, sehingga mengakibatkan debit air meluap ke jalan. Akibat banjir tersebut, banyak pengendara motor yang mencoba balik arah untuk mencari jalan alternatif lain.
Pada banjir tersebut, titik genangan yang paling parah berada tepat di depan Pasar Tanimulya. Ketinggian air mencapai 50 cm sampai satu meter. Tingginya banjir menyebabkan limpasan airnya masuk pula ke sejumlah kios yang berada tepat di pinggir jalan.
Banjir yang cukup dalam di depan Pasar Tanimulya terjadi karena jalan tersebut berada di titik paling rendah, sehingga air dari tempat yang lebih tinggi mengalir ke tempat tersebut.
Sejumlah relawan dan warga tampak banyak membantu para pengendara yang nekat menembus banjir. Sepeda motor tersebut tentu tidak bisa bertahan dalam rendaman banjir, sehingga mesinnya mati.
Deden (24) salah seorang pengendara lainnya, mengaku tidak berani menerobos banjir karena khawatir motornya mogok. Meski harus menempuh jalan yang lebih jauh, ia memutuskan mencari jalan alternatif lain.
“Daripada motor matic saya mati kena air genangan banjir, mending saya memutar arah, meskipun jalannya lebih jauh,” tukas Deden
Jajang (37) warga di sekitar lokasi menuturkan, banjir yang biasa terjadi di depan Pasar Tanimulya adalah banjir kiriman. Karena banyaknya air imbas hujan di wilayah atas Tanimulya, oleh karenanya air tidak tertampung di saluran air yang cukup kecil, sehingga air meluap.
“Kalu hujan lama dan deras di atas, pasti ke sini airnya jadi banjir. Biasanya kalau sudah reda, airnya cepat surut. Kali ini hujannya lama, makanya banjirnya lumayan lebih besar,” kata Jajang.
Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, setelah sejumlah bencana terjadi belakangan ini, Pemda Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Siaga Darurat Bencana sejak 1 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024 mendatang.
Status tersebut ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.920-BPBD Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana.
Penetapan status tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.764-BPBD 2023 tentang Status Siaga Darurat Bencana Bencana, Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang EkstremEkstrem dan Abrasi serta Tanah Longsor di Provinsi Jawa Barat, yang sudah lebih dulu ditetapkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat menyampai data bahwa memasuki bulan Januari 2024 bencana di Bandung Barat mencapai 21 kejadian. Atas peristiwa tersebut tercatat 70 rumah mengalami kerusakan, serta 7 fasilitas sosial dan fasilitas umum dikabarkan rusak.
Selain itu, ada 268 jumlah jiwa warga terdampak dan 33 jiwa lainnya terancam, serta satu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Asep Sehabudin mengatakan, meningkatnya bencana di Bandung Barat dipicu meningkatnya hujan dengan intensitas tinggi di wilayahnya.
“Peristiwa itu juga dipicu lantaran berkurangnya kapasitas daya tampung sungai akibat sedimentasi dan juga meluasnya lahan yang terbangun serta berkurangnya daerah resapan air,” jelas Asep, Rabu (10/1). (*)






