BANDUNGSATU.COM – Rima, Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, membantah berita penganiyaan dan pelecehan seksual yang menimpa dirinya. Mirisnya, berita penganiayaan itu telah tersebar melalui pesan WhatsApp berantai juga telah dukutip beberapa media online dan media sosial.
Namun, Rima yang disebut-sebut sebagai korban dalam berita itu membantah bahwa dirinya dianiaya.
“Saya minta semua pihak jangan menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” kata Rima melalui pesan singkat, Kamis (27/08)
“Ini hanya kesalahpahaman saja. Itu semua hanya berita hoax Jadi tidak ada penganiayaan dan penyekapan apalagi pelecehan, sampai hari ini saya dan pa Wabup baik-baik saja,” imbuh Rima, menyanggah berita yang sudah beredar luas.
Rima juga meminta agar masyarakat dan semua nya tidak menyebarkan fitnah dan isu-isu yang tidak benar.
“Maka untuk itu saya secara pribadi juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas polemik yang sempat terjadi baru-baru ini. Saya juga meminta agar berhenti menyebarkan berita-berita lagi dan menyudutkan para pihak,” tegas Rima.
“Atas Terjadinya kesalahpahaman atas perselisihan ini, baik kesalahpahaman dari masing-masing pihak dan apa yang dituduhkan itu semua tidak benar,” imbuhnya.
Sementara itu Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila buka suara terkait kabar viral yang menyeret namanya dalam dugaan tindak pidana kekerasan seksual, pengeroyokan, penganiayaan.Ia membantah tuduhan tersebut.
Fajar mengaku kaget mengetahui adanya pesan berantai yang memuat tuduhan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar tidak berdasar dan kini tengah didalami.
“Ya makanya saya pun kaget jujur, ya bingung makanya ingin meluruskan kesalahpahaman ini. Ya intinya tidak ada apa-apa, itu semua tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pesan berantai sedang kami dalami. Nanti juga akan ada konfirmasi-konfirmasi dari orang terkait,” kata Fajar dalam sebuah klarifikasi, Kamis (27/08).
Ia menyebut pihaknya sempat memilih tidak menanggapi isu tersebut karena khawatir persoalan justru semakin melebar. Namun, setelah informasi menyebar luas, klarifikasi dinilai perlu disampaikan.
“Jadi memang kami enggak mau tanggapi sebenarnya karena cuman jadinya melebar luas, mau enggak mau harus ditanggapi kan, tapi kalau faktanya tidak ada apa-apa,” ujarnya.
Fajar memastikan kondisi saat ini baik-baik saja dan kondusif. Ia pun kembali menegaskan bahwa tuduhan yang beredar tidak memiliki dasar.
“Semuanya baik-baik saja dan seakan-akan ya itu tadilah fitnah dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya motif politik di balik isu tersebut, Fajar mengaku mendapatkan informasi demikian. Namun, dia enggan berspekulasi sebelum informasi tersebut dipastikan kebenarannya.
“Ya kalau saya tadi mendapatkan info tapi itu tadi saya kan mendapatkan info tidak mau, harus jelas ya kalau kita kan tidak mau berasumsi-asumsi, tapi ya larinya tetap ke arah politik juga,” tuturnya.
Menurut Fajar, isu bernuansa politik sebelumnya juga pernah muncul dan menyeret berbagai tuduhan terhadap dirinya.
“Bahwasanya biar kita selama seperti kemarin-kemarin isu-isu fitnah dan lain-lain, ada yang bukan penunggang ya maksudnya didasari dengan politik lah,” ucapnya.
Dia memastikan situasi di lingkungan pemerintahan maupun dirinya tetap kondusif. Fajar menyebut pihaknya masih mendalami informasi yang beredar dan akan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
“Tapi dipastikan enggak ada apa-apa, benar-benar semuanya kondusif baik-baik saja tapi kita sedang dalami,” pungkasnya. (*)






